Proyek Bandara Jadi Pemicu Tanggul Jebol dan Banjir di Prambon

  • Whatsapp

 

Banjir bandang menerjang Desa Mojoagung, Kecamatan Prambon pada Rabu malam (8/12/2021). Dampaknya, puluhan rumah  dan sejumlah tanaman warga terendam dengan ketinggian air mencapai 10-60 cm.

Peristiwanya didahului hujan intesitas hujan tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Nganjuk dan sekitarnya sejak pukul 18.00 WIB.

Puncaknya terjadi luapan sungai di Dusun Mojoagung, Desa Mojoagung, serta tanggul jebol sepanjang 30 meter.

Banjir tersebut membuat sejumlah warga Desa Mojoagung mengungsi ketempat yang aman. Dampaknya juga melebar hingga ke Desa Bandung, Kecamatan Prambon.

Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, yang meninjau titik tanggul jebol pada Kamis pagi (9/12/2021) mengatakan, air sungai di Dusun Mojoagung meluap karena

banyaknya tumpukan sampah, seperti bambu maupun sampah pastik di aliran sungai. Sehingga, sungai tak mampu membendung derasnya arus sungai bersamaan dengan hujan deras.

“Semua pihak sudah berada di lokasi sejak malam tadi hingga pagi ini, ada Bapak Kapolres Nganjuk, bersama instansi terkait lainnya langsung gerak cepat melakukan penanganan,” ujar Marhaen.

Pihaknya bersama instansi terkait dan bekerjasama dengan warga desa akan membersihkan sampah dengan menggunakan alat berat.

Adapun untuk perbaikan tanggul yang jebol, Marhaen mengaku telah berkoordinasi dengan BBWS Brantas Jatim. Anggarannya disebutnya akan menggunakan APBD Nganjuk.

“Dari DTT (dana tidak terduga, red) yang ada di BPBD Kabupaten Nganjuk,” imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskan Marhaen, ada faktor hulu yang menjadi penyebab sungai di prambon tak mampu menampung volume air.

Yakni, adanya proyek fisik pembangunan Bandara Kediri di sebelah selatan Prambon, yang disebutnya tidak didukung dengan saluran air yang memadai.

“Jadi lokasi proyek Bandara Kediri itu sebenarnya adalah wilayah resapan air. Sekarang resapannya ilang. Saat hujan deras maka air yang mengalir dari Kediri ke Nganjuk besar sekali sampai banjir seperti ini,” terang Marhaen.

Terkait hal itu, Marhaen berjanji akan segera berkoordinasi dengan Bupati Kediri untuk mencari solusi.

“Saya akan sampaikan ke Bupati Kediri, bahwa ada dampak tidak baik dari proyek Bandara Kediri untuk Nganjuk. Mungkin nanti bisa dibangun embung-embung untuk menampung air agar tidak banjir seperti ini,” tukas Marhaen.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *