Tempuh 65 Mil Laut,Tim SAR Evakuasi ABK Myanmar yang Sakit Parah dari Tengah Samudra 

Proses evakuasi medis terhadap ABK WNA Myanmar yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan di perairan Karang Jamuang.
Proses evakuasi medis terhadap ABK WNA Myanmar yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan di perairan Karang Jamuang.

SURABAYA, SRTV.CO.ID – Kecepatan dan Ketepatan Tim SAR Gabungan Menyelamatkan Nyawa di Tengah Samudra. Seorang anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Myanmar bernama Su Pyae (27) berhasil dievakuasi setelah dilaporkan mengalami sakit dan membutuhkan penanganan medis segera. Operasi penyelamatan ini dilakukan di perairan sekitar Pulau Karang Jamuang, Sabtu (2/5/2026).

“KN SAR 249 Permadi tiba di lokasi intercept pada pukul 06.40 WIB dan langsung melakukan proses sandar di lambung kiri MV Ocean Road,” ujar Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P.H.

Mendapat laporan dari MV Ocean Road berbendera Panama mengenai kondisi awak kapal yang menderita sakit torsio testis, pihak SAR langsung merespons. Satu tim rescue dikerahkan menggunakan KN SAR 249 Permadi yang berangkat dari Dermaga Distrik Navigasi Pelabuhan Tanjung Perak pukul 04.10 WIB menempuh jarak sekitar 65,2 mil laut.

Setelah kapal SAR bersandar dengan aman, tim gabungan yang terdiri dari rescuer BASARNAS, tenaga medis dari RS PHC, dan unsur terkait langsung naik ke atas kapal untuk memberikan pertolongan.

“Dengan telah dievakuasinya Su Pyae ke RS PHC Surabaya, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup,” tegas Nanang.

Dalam prosesnya, korban diperiksa kondisi kesehatannya secara intensif sebelum dipindahkan dengan pengamanan ketat ke kapal SAR. Pukul 07.25 WIB, kapal kembali melaju ke darat dan berhasil sandar di Dermaga Jamrud Selatan pukul 10.30 WIB, untuk langsung dirujuk ke RS PHC Surabaya guna mendapatkan perawatan lanjutan.

Keberhasilan misi ini tidak lepas dari sinergi yang solid antar instansi. BASARNAS mengapresiasi keterlibatan KSOP Utama Tanjung Perak, Ditpolairud Polda Jatim, Imigrasi, KKP, Bea Cukai, hingga pihak rumah sakit dan agen kapal yang bekerja bahu-membahu demi keselamatan nyawa.

Editor : SRTVRedaksi