NGANJUK, SRTV.CO.ID – Pemerintah Desa Kampung Baru kembali membuktikan komitmen nyatanya dalam menyokong perekonomian warga prasejahtera.
Melalui penyaluran bantuan pangan yang digelar di Balai Desa setempat, puluhan warga yang masuk dalam kategori desil 5 ke bawah mengantre dengan tertib untuk menerima hak mereka.
Bantuan spesifik ini menyasar kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah yang membutuhkan intervensi ekonomi khusus dari pemerintah.
“Bantuan ini kami prioritaskan untuk masyarakat yang masuk kategori desil 5 ke bawah. Harapannya, bantuan ini dapat sedikit membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Kepala Desa Kampung Baru, Susilo Duwi Prasetyo, Kamis (18/6/2026)
Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berhak membawa pulang paket pangan berupa beras seberat 20 kilogram serta minyak goreng kemasan sebanyak 4 liter.
Komoditas pokok ini dinilai krusial untuk mengamankan stok dapur warga di tengah fluktuasi harga pasar yang belakangan terus merangkak naik.
“Kami ingin memastikan bantuan ini sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Semoga bantuan ini membawa manfaat dan menjadi penyemangat bagi warga,” tambahnya menekankan transparansi validasi data.
Langkah taktis jajaran perangkat desa ini mendapat apresiasi mendalam dari masyarakat arus bawah yang merasakan langsung dampak ekonominya.
Bagi mereka, bantuan ini bukan sekadar pemenuh kebutuhan fisik, melainkan bukti nyata keberadaan negara di tengah-tengah masa sulit rakyatnya.
“Saya sangat berterima kasih kepada Pak Kades, Pak Bupati dan Pak Presiden, atas bantuan yang telah diberikan ini,” ucap Marsini (55), warga Dusun Kranggan dengan mata berkaca-kaca.
Melalui sinergi yang kuat antara Pemerintah Desa Kampung Baru, Pemerintah Kabupaten Nganjuk, hingga Pemerintah Pusat, program jaring pengaman sosial ini diharapkan bisa terus bergulir secara konsisten.
Semangat gotong royong inilah yang menjadi modal utama dalam mendongkrak taraf hidup dan memastikan tidak ada lagi warga Nganjuk yang tertinggal dalam pemenuhan hak pangan dasar.
Editor : SRTVRedaksi