Tak Hanya Menyimpan Arsip Sejarah, Museum Marsinah Nganjuk Bakal Jadi Rumah Singgah Buruh

Museum Marsinah di Desa Nglundo yang kini sudah memasuki tahap finishing 
Museum Marsinah di Desa Nglundo yang kini sudah memasuki tahap finishing 

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Museum Pahlawan Nasional Marsinah yang terletak di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah. Bangunan ini nantinya juga akan difungsikan sebagai rumah singgah bagi para pekerja atau buruh dari berbagai daerah.

"Jadi ini bukan hanya sekedar bangunan museum, tapi juga akan difungsikan sebagai rumah singgah untuk kawan-kawan pekerja atau buruh," ujar Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Nganjuk, Kelik Widi Wahyuno, Kamis (23/4/2026).

Fasilitas ini disiapkan khusus untuk menampung para buruh yang datang berkunjung, terutama dalam momen peringatan Hari Buruh Internasional setiap tanggal 1 Mei. Mereka yang ziarah ke makam mendiang Marsinah dapat menginap di tempat ini secara gratis.

"Biasanya pada setiap tanggal 1 Mei dalam peringatan hari buruh kan sering datang berkunjung ke makam Almarhumah Marsinah, mereka bisa menginap disini secara gratis," sambungnya.

Di dalam area museum juga akan disiapkan sejumlah kamar dan ruangan khusus untuk kenyamanan istirahat. Selain fungsi sosial tersebut, museum ini tetap menjadi pusat pelestarian sejarah yang menyimpan berbagai koleksi pribadi milik Marsinah yang bernilai tinggi.

"Semua, dari barang pribadi almarhum Mbak Marsinah, jadi mulai dari ijazah, mulai dari piagam penghargaan, ada juga sepeda ontel yang digunakan oleh Mbak Marsinah ketika masih sekolah," jelas Kelik.

Saat ini, pembangunan museum sudah memasuki tahap akhir atau finishing dan dipastikan siap diresmikan pada Mei mendatang. Kehadiran museum ini menjadi kebanggaan sekaligus bukti nyata pengingat perjuangan Marsinah dalam membela hak-hak buruh di Indonesia.

Editor : SRTVRedaksi