Jembatani Dunia Sunyi, Siswa SLB Santi Kosala Ajarkan Bahasa Isyarat di SMAN 1 Rejoso

Pendidikan Inklusif,Bahasa Isyarat, SLB Santi Kosala, SMAN1 Rejoso, Hardiknas
Pendidikan Inklusif,Bahasa Isyarat, SLB Santi Kosala, SMAN1 Rejoso, Hardiknas

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Ada pemandangan berbeda di SMAN 1 Rejoso pada Rabu, 22 April 2026. Suasana riuh rendah yang biasanya diisi oleh percakapan verbal, berganti menjadi gerakan tangan yang ekspresif dan penuh makna. Puluhan siswa SMA tampak antusias mengikuti arahan dari teman-teman baru mereka yang istimewa.

"Kami ingin mengenalkan anak-anak disabilitas, khususnya teman tuli, dengan teman dengar di SMAN 1 Rejoso. Harapannya, agar mereka dapat diterima lebih baik di masyarakat dan tidak ada lagi diskriminasi," ujar Kepala Sekolah SLB Santi Kosala Mastrip, Lusia Angga Kusuma.

Kegiatan bertajuk "Bakti Sekolah : Belajar Bahasa Isyarat Bersama Teman Tuli" ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Program ini merupakan implementasi dari nota dinas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk menciptakan kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat.

"Ini untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak kami dan membuktikan bahwa mereka bisa berkolaborasi bersama teman-teman lainnya," tambahnya.

Kehadiran rombongan dari SLB Santi Kosala ini disambut hangat oleh keluarga besar SMAN 1 Rejoso. Kepala SMAN 1 Rejoso, Nurhadi, menyebut kolaborasi ini sebagai momen yang luar biasa dan menjadi pelajaran empati yang sangat berharga bagi siswanya.

"Di sekolah kami memang belum ada siswa dengan gangguan pendengaran, namun melalui kegiatan ini, anak-anak diajak menyadari bahwa di luar sana ada teman-teman yang memiliki cara komunikasi berbeda namun memiliki hak belajar yang sama," ungkap Nurhadi.

Kegiatan yang baru pertama kali diadakan ini juga menjadi langkah persiapan bagi sekolah tersebut untuk menjadi lingkungan yang lebih inklusif di masa depan.

"Ini adalah wadah ilmu. Kami mengerahkan guru BK dan staf lainnya untuk ikut belajar. Harapannya, jika suatu saat kami menerima murid inklusi, kami sudah memiliki bekal ilmunya dan tidak merasa kesulitan lagi," pungkasnya.

Acara ditutup dengan sesi praktik bahasa isyarat dasar, di mana para siswa mulai mencoba mempraktikkan abjad dan sapaan sederhana, meruntuhkan dinding pembatas antara dunia sunyi dan dunia dengar.

Editor : SRTVRedaksi