Maria Tunda Dewi, Sosok Kartini Modern yang Perjuangkan Hak Perempuan di Nganjuk

Maria Tunda Dewi,  Anggota DPRD Kabupaten Nganjuk yang dikenal aktif memperjuangkan hak-hak perempuan
Maria Tunda Dewi,  Anggota DPRD Kabupaten Nganjuk yang dikenal aktif memperjuangkan hak-hak perempuan

NGANJUK, SRTV.CO.ID - Peringatan Hari Kartini setiap tanggal 21 April tak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan momen pengingat akan perjuangan hak dan emansipasi wanita yang digelorakan R.A. Kartini sejak zaman Hindia Belanda. 

Semangat inilah yang kini terus diwariskan dan dijalankan oleh para perempuan tangguh di berbagai bidang, termasuk di dunia politik.

Salah satu figur yang konsisten memperjuangkan aspirasi kaum hawa adalah politikus senior Partai Golkar, Maria Tunda Dewi. Ia menjadi bukti nyata bahwa perjuangan Kartini tidak lekang oleh waktu dan terus relevan hingga era modern ini.

"Sebagai Kartini masa kini, perjuangan yang kita lakukan juga harus relevan dengan kebutuhan saat ini. Kita dituntut untuk memberikan kebijakan sesuai dengan perubahan jaman," ucap Maria Tunda Dewi, Anggota DPRD Kabupaten Nganjuk, Selasa (21/4/2026).

Perempuan yang tinggal di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret ini memiliki rekam jejak yang panjang di dunia politik lokal. Terbukti, ia telah mengabdikan diri sebagai wakil rakyat selama tiga periode dan pernah menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Nganjuk.

Melalui posisi strategisnya sebagai legislator, Maria berupaya mewujudkan berbagai kebijakan yang berpihak kepada kepentingan perempuan. Ia menekankan pentingnya aktualisasi diri dan pengembangan potensi wanita melalui program-program konkret.

"Tentu aktualisasi pengembangan diri itu tercermin melalui berbagai program dengan perempuan sebagai output positif dari gerakan program tersebut. dengan mengedepankan suara perempuan," pungkasnya.

Kiprah Maria Tunda Dewi menjadi inspirasi bahwa perempuan Indonesia masa kini mampu berperan besar sebagai penentu kebijakan, sekaligus meneruskan estafet perjuangan demi kesetaraan dan kemajuan, selayaknya semangat yang ditinggalkan R.A. Kartini.

Editor : SRTVRedaksi