NGANJUK, SRTV.CO.ID – Raut wajah masygul terlihat jelas dari seorang pria bernama Duka saat melapor ke Polres Nganjuk. Ia bukan datang sendirian, melainkan bersama 20 orang lainnya yang bernasib sama, menjadi korban penipuan modus investasi aplikasi bernama Snapboost
"Saya termasuk korban yang tergiur karena di situ ada deposit yang menjanjikan cashback 100 persen. Deposit hanya dua hari bisa dapat cashback," ujar Duka, salah satu korban, dengan nada penuh penyesalan. Senin (20/4/2026)
Awalnya, Duka sempat ragu dan curiga bahwa aplikasi tersebut adalah skema bodong sejak tiga bulan lalu. Namun, rasa penasaran dan godaan keuntungan instan akhirnya mengalahkan logika.
Ia pun menyetorkan modal sebesar Rp10 juta pada tanggal 2 Maret 2026, dengan harapan uang dan keuntungan bisa cair pada tanggal 6 Maret 2026. Nyatanya, tanggal yang dinanti justru menjadi momen pilu di mana saldonya raib tak berbekas.
Kasus ini ternyata bukan masalah kecil. Di Nganjuk saja, diperkirakan sudah ada sekitar 400 orang yang terjerat. Aplikasi ini bergerak masif melalui grup-grup koordinasi bernama Nusantara 1 hingga Nusantara 4
"Kalau Jaringannya luas mulai Surabaya, Jombang, Kediri, Nganjuk sini hingga Semarang. Merata di indonesia kira kira," jelasnya
Di tengah kemelut ini, muncul sosok yang disebut sebagai pemimpin di Indonesia bernama Eko Thomas. Duka menceritakan bahwa sosok tersebut sempat berjanji akan mengembalikan dana para korban, namun hingga kini janji itu belum kunjung terealisasi.
"Secara garis besarnya, dia sendiri alasannya juga member, juga korban. Jadi bahasanya dia sudah bahasa pelaku kelas tinggi supaya tidak kejerat hukum," pungkas Duka menaruh kecurigaan.
Hingga saat ini, para korban terus berupaya menempuh jalur hukum. Laporan telah dibuat dengan harapan uang hasil keringat yang hilang bisa kembali, sekaligus menjadi pelajaran berharga agar masyarakat tidak lagi terbuai janji manis investasi yang tidak masuk akal.
Kasi Humas Polres Nganjuk Iptu Fadjar Kurniadhi menyampaikan, untuk saat ini Polres Nganjuk masih melakukan serangkaian penyelidikan terkait laporan dugaan investasi bodong tersebut
"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya kabupaten Nganjuk, untuk tidak mudah percaya dengan iming iming investasi yang hasilnya menggiurkan dan tidak masuk akal, jika ingin berinvestasi, konsultasikan dulu kepada ahlinya, jangan mudah tergiur," tuturnya.
Editor : SRTVRedaksi