Buntut OTT Bupati, 12 Pejabat Tulungagung Dicecar 12 Jam, Lalu Dibawa ke Juanda

Berlanjut : Sebanyak 12 orang diputuskan untuk dibawa lanjut ke Jakarta. Mereka diangkut menggunakan satu unit bus Harapan Jaya menuju Bandara Juanda dengan pengawalan ketat dari Satlantas Polres
Berlanjut : Sebanyak 12 orang diputuskan untuk dibawa lanjut ke Jakarta. Mereka diangkut menggunakan satu unit bus Harapan Jaya menuju Bandara Juanda dengan pengawalan ketat dari Satlantas Polres

TULUNGAGUNG, SRTV.CO.ID – Gelombang penangkapan pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, terus bergulir. Setelah sang bupati diamankan, giliran belasan pejabat tinggi di lingkungan pemerintah daerah yang diseret untuk diperiksa secara intensif. Proses hukum yang berlangsung semalaman ini akhirnya berujung pada pemindahan sejumlah nama penting menuju Jakarta untuk pendalaman lebih lanjut.

Tim anti rasuah telah mengamankan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, pada Jumat (10/4/2026) sore di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.

 Pasca penangkapan tersebut, operasi tidak berhenti. Pada malam harinya, pintu Mapolres Tulungagung didatangi oleh sederet nama besar di pemerintahan. Total tercatat ada 15 orang yang hadir untuk menjalani pemeriksaan di ruang Satreskrim. Mereka mulai dari Pj Sekda, jajaran kepala dinas, kepala badan, direktur RSUD, hingga anggota legislatif yang juga merupakan adik kandung sang bupati, Jatmiko.

 Proses pendalaman informasi berlangsung sangat alot dan panjang. Selama kurang lebih 12 jam penuh, para pejabat itu diinterogasi hingga matahari kembali terbit. Baru pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.33 WIB, hasil dari pemeriksaan panjang itu mulai terlihat jelas.

Sebanyak 12 orang diputuskan untuk dibawa lanjut ke Jakarta. Mereka diangkut menggunakan satu unit bus Harapan Jaya menuju Bandara Juanda dengan pengawalan ketat dari Satlantas Polres

Dari daftar yang dibawa, nama-nama strategis seperti Kepala BPKAD, Kepala Dinas PUPR, Kepala Bakesbangpol, hingga Kepala Satpol PP turut terseret. Tak ketinggalan, adik kandung Gatut Sunu yang juga anggota DPRD, Jatmiko, serta ajudan bupati juga masuk dalam rombongan yang diterbangkan. Sementara itu, beberapa nama lain seperti Pj Sekda, Kepala Dinas Kesehatan, dan Direktur RSUD terpantau tidak ikut dibawa dan diperbolehkan meninggalkan lokasi.

 Di tengah proses yang berjalan cepat ini, tim penyidik juga sempat melakukan penggeledahan di kantor Dinas PUPR yang berada di kompleks perkantoran pemkab. Hingga berita ini diunggah, KPK masih menutup rapat detail motif dan pasal yang menjerat para tersangka, namun publik semakin yakin bahwa kasus ini menyangkut tata kelola pemerintahan yang diduga bermasalah.

Reporter : Abdul Aziz

Editor : SRTVRedaksi