JOMBANG, SRTV.CO.ID -Suasana duka dan penantian penuh kecemasan menyelimuti kediaman Suryono (37), warga Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Suryono menjadi salah satu korban hilang dalam insiden tenggelamnya Kapal KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Di tengah ketidakpastian proses pencarian oleh tim Basarnas, pihak keluarga terus teringat akan sebuah kenangan tak biasa sebelum keberangkatan korban bekerja sebagai kernet truk pengangkut sayur ke Banjarmasin.
"Biasanya enggak pernah bawa kemul (selimut) Itu kemul kesayangan ibu yang sudah almarhum. Tapi waktu itu dibawa terus. Sebelum berangkat juga dicari-cari," ucap Ari Supriyatin, adik ipar Suryono, saat ditemui di kediamannya, Selasa (22/9/2026) siang.
Keputusan Suryono membawa selimut peninggalan almarhum ibunya menjadi firasat tersendiri bagi keluarga, sebab selama bertahun-tahun bekerja, ia hampir tak pernah membawa barang tersebut saat bepergian.
Korban pamit meninggalkan rumah pada Jumat malam sekitar pukul 23.00 WIB untuk mengantar barang bersama seorang sopir truk bernama Yahya.
"Jumat malam jam sebelas, pamit kalau mau berangkat ke Banjarmasin. Biasanya memang kerjanya pulang-pergi terus Banjarmasin, kernet, kirim sayur," imbuhnya.
Informasi mengenai kondisi fatal kapal diperoleh keluarga usai mendatangi Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk memastikan data manifes.
Berdasarkan kesaksian Yahya yang berhasil selamat dari musibah tersebut, Suryono sempat dibangunkan ketika posisi kapal mulai miring di tengah kondisi gelap gulita akibat lampu padam dan air laut mulai masuk.
"Kalau sopirnya bilang sudah bangun. Tapi kalau orang masih bangun tidur kan mungkin belum terlalu 100 persen fokus, sehingga tidak tahu lagi keberadaan Suryono," terangnya.
Sosok Suryono dikenal keluarga sebagai pribadi sederhana yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saat tidak sedang bekerja di perantauan.
Kini, pihak keluarga hanya bisa menunggu keajaiban serta kepastian kabar dari tim pencari mengenai keberadaan korban.
"Kalau habis pulang dari Kalimantan itu cuma tidur. Selama enggak pergi cuma tidur, terus ngerokok biasa. Enggak pernah main ke mana-mana," tambah Ari.
Di samping Suryono, musibah terbaliknya KM Virgo Transport 8 ini juga menyisakan duka bagi warga Jombang lainnya, yakni Gondham Prakoso (32), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, yang bertugas sebagai Second Officer dan hingga kini belum ditemukan.
"Kita tetap berharap yang terbaik. Mungkin menunggu keajaiban, kalaupun memang masih diberi umur panjang, ya segera ditemukan dalam kondisi selamat. Tapi kalau memang sudah takdirnya berkata lain, apa pun kondisinya tetap ditemukan. Supaya kita bisa merawat jenazahnya dengan baik," pungkasnya.
Editor : SRTVRedaksi