Cari Rumput, Warga Ngadipuro Blitar Malah Temukan Mayat Mengapung di Sungai Serit

Petugas saat evakuasi jenazah pria tanpa identitas yang ditemukan mengapung di Sungai Serit, Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar. (Aziz/SRTV)
Petugas saat evakuasi jenazah pria tanpa identitas yang ditemukan mengapung di Sungai Serit, Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar. (Aziz/SRTV)

BLITAR, SRTV.CO.ID – Warga Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar mendadak gempar pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Kegaduhan tersebut dipicu oleh penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas yang mengapung di tepi Sungai Serit setempat.

“Masih belum diketahui identitasnya. Jenazah dievakuasi ke rumah sakit,” kata Kepala Seksi Humas Polres Blitar, Aiptu Saiful Muheni. Minggu (20/9/2026)

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga yang tengah mencari rumput di sekitar area sungai. Mengetahui adanya tubuh manusia yang mengapung tak bernyawa, warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi terdekat untuk tindakan lebih lanjut.

“Kondisi sudah meninggal dunia. Kondisi kulit sudah terkelupas, tangan kanan dan kiri serta wajah sudah membengkak,” kata Aiptu Saiful Muheni.

Mendapat laporan tersebut, petugas gabungan dari Tim Identifikasi Satreskrim, SPKT, serta tim medis langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan olah tempat kejadian secara menyeluruh.

“Selanjutnya jenazah korban Mr. X dievakuasi ke Rumah Sakit Ngudi Waluyo Wlingi Blitar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” Jelas Saiful Muheni.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diperkirakan berusia sekitar 50 tahun dengan tinggi badan 170 sentimeter dan berambut pendek keriting. Saat ditemukan, korban mengenakan celana warna cokelat, baju koko warna kream, baju dalam putih, serta memakai gelang kawat warna putih dan merah di tangan kanan.

“Kami mengimbau bagi warga masyarakat apabila warganya hilang seperti ciri-ciri korban bisa menghubungi kepolisian terdekat atau layanan 110,” pungkas Saiful Muheni.

Editor : SRTVRedaksi