SURABAYA, SRTV.CO.ID – Musyawarah Daerah (Musda) VII DPD Partai Demokrat Jawa Timur yang berlangsung pada 28–29 Agustus 2026 di Novotel Samator Hotel, Surabaya, berjalan sukses, aman, dan kondusif. Agenda lima tahunan ini resmi menyepakati satu nama tunggal untuk memimpin DPD Partai Demokrat Jawa Timur periode 2026–2031, yakni Emil Elestianto Dardak.
"Musda VII Partai Demokrat Jatim kemarin memang mengerucut di satu nama, yaitu Mas Emil sebagai calon tunggal Ketua DPD Partai Demokrat Jatim," kata Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Nganjuk, Endah Sri Murtini, saat dikonfirmasi, Minggu (30/8/2026).
Politisi perempuan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Nganjuk ini menyampaikan bahwa seluruh jalannya persidangan dari awal hingga akhir berlangsung sangat padu.
Dukungan bulat dari seluruh pemilik suara menjadi bukti solidnya internal partai di bawah kepemimpinan Emil Dardak.
"Setelah pembukaan dilanjutkan Sidang Pleno I sampai Sidang Pleno II. Hasilnya menjadikan pengurus DPD Partai Demokrat Jatim demisioner dan menerima laporan pertanggungjawaban selama Mas Emil menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jatim," ujar Endah menerangkan jalannya mekanisme persidangan.
Proses persidangan berjalan dinamis namun penuh kekeluargaan. Sebanyak 40 pemegang hak suara secara bulat menyetujui laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2022–2027 serta mengusulkan kembali Emil Dardak ke DPP Partai Demokrat.
"Aman, tidak ada gejolak sama sekali. Semua berjalan dengan baik," tegas Endah menekankan suasana kondusif selama forum berlangsung.
Keberhasilan penyelenggaraan Musda VII ini juga disaksikan langsung oleh jajaran pengurus pusat. Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron hadir di lokasi bersama Kepala BPOKK Ossy Dermawan dan jajaran pengurus DPP lainnya, sementara Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyapa peserta secara daring.
"Musda dihadiri Sekjen Demokrat dan jajaran pengurus DPP karena Ketum berhalangan hadir, namun tetap terhubung dengan Ketum AHY melalui video conference untuk menyapa peserta Musda," tutur Endah.
Sejumlah tokoh penting Jawa Timur turut mengawal jalannya Musda, di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, KH Asep Saifuddin Chalim, serta Arumi Bachsin. Hadir pula jajaran anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, serta Ketua dan Sekretaris DPC Partai Demokrat se-Jawa Timur.
"Setelah ini tinggal menunggu terbentuknya formatur untuk membahas seluruh kepengurusan DPD Partai Demokrat Jatim periode 2026–2031," ungkap Endah mengenai langkah strategis partai selanjutnya.
Dengan tuntasnya Musda VII, Partai Demokrat Jawa Timur kini bersiap memasuki babak baru kepengurusan. Endah optimistis hasil musyawarah ini menjadi fondasi yang sangat kuat untuk pemenangan partai di masa mendatang.
"Musda VII tidak hanya menjadi forum pergantian dan penyusunan kepengurusan, tapi juga menjadi momentum memperkuat soliditas serta konsolidasi internal partai," pungkasnya.
Editor : SRTVRedaksi