Respons Mahfud MD Soal Isu Menag Mundur dan Harapan Besar di Muktamar NU

Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD saat memberikan keterangan pers kepada wartawan usai menghadiri Majelis Halaqah Nasional MP3I Pusat di Aula KH M Yusuf Hasyim, Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang
Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD saat memberikan keterangan pers kepada wartawan usai menghadiri Majelis Halaqah Nasional MP3I Pusat di Aula KH M Yusuf Hasyim, Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang

JOMBANG, SRTV.CO.ID - Isu pengunduran diri Menteri Agama Nasaruddin Umar dari Kabinet Merah Putih menyita perhatian publik dalam beberapa hari terakhir.

Menanggapi kabar yang beredar luas tersebut, mantan Menko Polhukam Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD secara tegas menyatakan tidak mengetahui dan tidak terlibat dalam urusan teknis penunjukan maupun desas-desus pengunduran diri menteri.

Pernyataan ini ditegaskan Mahfud usai menghadiri agenda Majelis Halaqah Nasional bertajuk "Pesantren dan Masa Depan" di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

"Saya tidak tahu, saya tidak ikut-ikut urusan tekniknya," ujar Mahfud MD saat dikonfirmasi wartawan terkait dinamika yang berembus di tengah pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), Kamis (27/8/2026).

Acara halaqah yang diinisiasi MP3I Pusat di Aula KH M Yusuf Hasyim itu turut menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan pesantren, seperti Ahmad Baso dan KH Abdul Ghofar Rozin.

Selain merespons isu menteri, Mahfud juga menyoroti momentum Muktamar NU ke-35 yang dinilainya sangat strategis bagi masa depan organisasi dan bangsa.

Menurut Mahfud, forum tertinggi di tubuh organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut jangan hanya dipandang sebagai ajang pergeseran takhta kepemimpinan semata.

"Muktamar itu alat untuk menjadi lebih maju. Oleh sebab itu, menghasilkan hasil yang baik," ungkapnya menekankan pentingnya gagasan konstruktif dalam musyawarah tersebut.

Lebih lanjut, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menggarisbawahi peran vital NU dalam menjaga keutuhan serta kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagai organisasi yang berakar kuat di lingkungan pesantren, NU dinilai terus konsisten menjadi garda terdepan penopang stabilitas nasional.

"NU ini salah satu pilar dari kekuatan bangsa kita. Pilar yang sangat kuat," tegas Mahfud mengapresiasi kontribusi historis dan sosial NU bagi Indonesia.

Sementara itu, di tempat terpisah, Kementerian Agama membantah keras kabar burung yang menyebutkan Nasaruddin Umar telah menyerahkan surat pengunduran diri ke Istana Negara.

Kabar yang bersumber dari pemberitaan media online tanpa identitas narasumber yang jelas itu dipastikan sebagai berita bohong.

"Itu hoaks. Tidak benar Prof. Nasaruddin Umar mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Agama," tegas Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menanggapi isu liar yang sempat menghebohkan masyarakat tersebut.

Thobib menambahkan bahwa Menteri Agama tetap menjalankan tugas-tugas kenegaraan sebagaimana mestinya dan tidak pernah mengajukan surat pengunduran diri.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi simpang siur yang berasal dari sumber tidak tepercaya.

"Pak Menag tidak pernah menyampaikan hal tersebut. Sumber informasi yang dikutip tidak jelas. Jadi kabar itu hoaks," pungkas Thobib menegaskan iklim kerja Kemenag yang tetap kondusif.

Editor : SRTVRedaksi