25 Lukisan Kiai Muassis NU Karya J. Hasanto Bakal Warnai Muktamar ke-35 di Jombang

Deretan karya lukis J. Hasanto di kawasan Ponpes Al Wahabiyyah 1 dan Al Lathifiyyah 2 Tambakberas, Jombang, mulai 20 Agustus 2026 mendatang. ( ist/Saha/SRTV)
Deretan karya lukis J. Hasanto di kawasan Ponpes Al Wahabiyyah 1 dan Al Lathifiyyah 2 Tambakberas, Jombang, mulai 20 Agustus 2026 mendatang. ( ist/Saha/SRTV)

JOMBANG, SRTV.CO.ID – Menyambut gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), sebuah karya seni monumental siap menyedot perhatian publik di Tambakberas, Jombang. Seniman ternama J. Hasanto mengabadikan 25 kiai pendiri NU dalam satu kanvas megah bertajuk "25 Kiai Muassis NU", yang diproyeksikan menjadi salah satu daya tarik utama pameran seni jelang helatan akbar tersebut.

Lukisan berukuran 250x120 sentimeter (mencapai 277x147 cm setelah berbingkai) ini dilukis menggunakan cat minyak. Karya visual tersebut menghadirkan wajah para ulama penentu sejarah berdirinya NU, seperti tiga tokoh besar asal Jombang: KH Hasyim Asy'ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri, serta KH As'ad Syamsul Arifin dan ulama penting lainnya.

"Kami berharap banyak warga NU bisa melihat lukisan tersebut untuk mengenal para kiai pendiri NU yang ternyata jumlahnya banyak," ujar J. Hasanto Jumat  (14/8/2026).

Bagi Hasanto, karya ini tak sekadar menyajikan estetika visual. Lebih dari itu, ia menyisipkan misi edukasi untuk mengenalkan kembali para pejuang dan pendiri NU kepada generasi muda.

Pameran seni ini dijadwalkan buka lebih awal pada 20 Agustus 2026, mendahului pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Lokasi pameran berada di halaman depan kediaman mantan Bupati Jombang, Mundjidah Wahab, tepat di seberang Ponpes Al Wahabiyyah 1 dan Al Lathifiyyah 2.

"Nanti ada sekitar 100 lukisan disiapkan untuk dipamerkan, mengangkat tema NU dan Islam, termasuk kaligrafi serta lukisan sejumlah tokoh nasional," jelas Hasanto menambahkan.

Tak sendiri, Hasanto berkolaborasi dengan dua seniman asal Jawa Tengah, yakni Kholison Syafi'i (Semarang) dan Riyanto (Demak).

Selain pameran, jajaran karya terbaik juga akan dilelang secara daring, meliputi lukisan 25 muassis NU hingga karya kaligrafi unik berbahan kain perca.

"Pernah melukis KH Hasan Gipo dan mendapat kepercayaan dari keluarga besar atau dzuriyah untuk melukis Syaikhona Kholil Bangkalan," ungkap Hasanto mengenai rekam jejaknya dalam melestarikan sejarah ulama lewat seni lukis.

Rombongan seniman dijadwalkan bertolak ke Tambakberas pada 18 Agustus 2026 untuk melakukan berbagai persiapan tempat sebelum pameran resmi dibuka untuk umum.

"Rombongan seniman dijadwalkan berangkat ke Tambakberas pada 18 Agustus 2026. Setelah seluruh karya dan perlengkapan tiba, pameran akan mulai dibuka pada 20 Agustus 2026," pungkas Hasanto.

Editor : SRTVRedaksi