Lima Penumpang Masih Belum Ditemukan, Tim SAR Gabungan Sisir Perairan Sekotong Pasca Kebakaran KMP Putri Yasmin

Tim SAR Gabungan saat mengerahkan armada di perairan Sekotong, Selat Lombok, untuk melakukan pencarian terhadap lima penumpang KMP Putri (Istimewa/SRTV)
Tim SAR Gabungan saat mengerahkan armada di perairan Sekotong, Selat Lombok, untuk melakukan pencarian terhadap lima penumpang KMP Putri (Istimewa/SRTV)

LOMBOK, SRTV.CO.ID — Tim SAR Gabungan hingga saat ini masih bekerja keras menyisir perairan Selat Lombok untuk mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang dilaporkan hilang. Kapal motor penumpang tersebut mengalami insiden kebakaran hebat saat berlayar dari Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar pada Rabu (12/8/2026) pagi.

Berdasarkan data terkini dari Posko SAR di Pelabuhan Lembar, kelima korban yang belum ditemukan tersebut teridentifikasi atas nama Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana, Slamet Yulianto, dan I Ratu Agung Ayu Sekar. Operasi pencarian intensif terus dilakukan dengan melibatkan armada udara dan laut.

"Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigit Inflatable Boat (RIB), dan Rigit Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitaran lokasi kejadian," ujar Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi.

Insiden naas ini terjadi pada pukul 04.15 WITA. Kantor SAR Mataram yang menerima laporan darurat pada pukul 04.39 WITA langsung mengerahkan personel dan berkoordinasi lintas instansi untuk menyelamatkan para penumpang serta kru kapal.

"Mengingat situasi darurat, Kantor SAR Mataram juga berkolaborasi dengan Kantor SAR Denpasar yang mengerahkan KN SAR Arjuna serta helikopter SGi Air Bali untuk memperluas jangkauan pemantauan dari udara." Jelasnya 

Sinergi operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur gabungan, mulai dari TNI AL, Polairud Lombok Barat, Polres Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, KMP PortLink II, KAL Lembar, kapal yacht, hingga masyarakat setempat yang turut membantu di lokasi perairan Sekotong.

Editor : SRTVRedaksi