NGANJUK, SRTV.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Kesehatan terus bergerak aktif meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah memperkuat tata kelola logistik farmasi melalui Pertemuan Pengelolaan Obat dan Vaksin bagi Petugas Pengelola Obat Puskesmas serta Bidan Pustu-Polindes se-Kabupaten Nganjuk Tahun 2026 yang digelar di Gedung BLK Nganjuk
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, dr. Tien Farida Yani, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan menjaga standar pelayanan kesehatan dasar.
"Kegiatan ini merupakan momentum yang sangat krusial dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, menyamakan persepsi, serta memperkuat koordinasi antara petugas pengelola obat di puskesmas, bidan pustu dan polindes, hingga Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk," ujar dr. Tien. Senin (3/8/2026)
Dalam pertemuan tersebut, para peserta dibekali materi strategis mengenai perencanaan kebutuhan obat yang akurat, pengelolaan persediaan yang efektif dan akuntabel, hingga penerapan cold chain system (sistem rantai dingin).
Pengelolaan rantai dingin ini sangat vital untuk menjamin mutu, keamanan, dan efektivitas vaksin sejak dari tempat penyimpanan hingga diterima oleh masyarakat pada pelayanan imunisasi.
dr. Tien Farida Yani menjelaskan lebih lanjut pentingnya penyamaan standar kerja di seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama.
"Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan obat dan vaksin sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan kepada masyarakat dilaksanakan sesuai standar yang telah ditetapkan dan berjalan secara terkoordinasi." Tandasnya
"Dengan pengelolaan yang baik, ketersediaan obat dan mutu vaksin dapat terus terjaga sehingga masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan terpercaya," imbuhnya.
Selain memberikan pemahaman teknis, agenda ini sekaligus menjadi wadah koordinasi antarpetugas logistik farmasi se-Kabupaten Nganjuk untuk menyamakan pandangan terhadap kebijakan terbaru serta berbagi solusi dalam mengatasi tantangan distribusi dan pemantauan stok obat di lapangan.
Kadinkes berharap hasil dari pertemuan ini dapat langsung berdampak pada kualitas layanan kesehatan di setiap fasilitas pelayanan dasar.
"Kami berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan materi yang diperoleh selama kegiatan di unit kerja masing-masing sehingga kualitas pengelolaan logistik farmasi terus meningkat dan mampu mendukung pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat Kabupaten Nganjuk," pungkas dr. Tien.
Editor : SRTVRedaksi