FKIJK dan OJK Gandeng Jurnalis Kediri-Madiun, Perkuat Sinergi Tingkatkan Literasi Keuangan

Suasana kegiatan Financial Journalist Class yang digelar OJK Kediri bersama FKIJK Komisariat Kediri-Madiun (Aziz/SRTV)
Suasana kegiatan Financial Journalist Class yang digelar OJK Kediri bersama FKIJK Komisariat Kediri-Madiun (Aziz/SRTV)

KEDIRI, SRTV.CO.ID – Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Komisariat Kediri-Madiun menggelar Financial Journalist Class Sesi 1. Agenda ini diselenggarakan sebagai langkah strategis memperkuat sinergi antara pelaku industri jasa keuangan dan insan pers, demi menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, serta edukatif bagi masyarakat luas.

Kepala OJK Kediri sekaligus Pembina FKIJK Komisariat Kediri-Madiun, Ismirani Saputri, mengapresiasi tingginya antusiasme jurnalis dari wilayah eks-Karesidenan Kediri dan Madiun.

Menurutnya, acara ini lahir dari inisiatif rekan-rekan media yang menginginkan penguatan kapasitas di sektor jasa keuangan.

"Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai ruang diskusi dan pembelajaran bagi insan pers agar semakin memahami perkembangan industri jasa keuangan. Harapannya, pemahaman tersebut dapat mendukung lahirnya pemberitaan yang akurat, berimbang, dan edukatif bagi masyarakat dalam konteks Ekonomi dan Jasa Keuangan," ujar Ismirani, Selasa (28/7/2026).

Senada dengan Ismirani, Area Head Bank Mandiri Kediri selaku Ketua FKIJK Komisariat Kediri-Madiun, Arie Kusuma, menegaskan pentingnya kontinuitas program ini.

"Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dengan tema-tema yang relevan. FKIJK berkomitmen menjadi jembatan antara rekan-rekan jurnalis dan LJK agar informasi mengenai produk, layanan, inovasi, serta kontribusi industri jasa keuangan kepada masyarakat dapat tersampaikan secara lebih luas dan akurat," jelas Arie.

Sebagai tuan rumah, Area Head BRI Kediri sekaligus Koordinator Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan FKIJK Komisariat Kediri-Madiun, Irfan Setiawan Yunahar, juga menyampaikan dukungan penuhnya terhadap ruang kolaborasi produktif ini.

"BRI menyambut baik penyelenggaraan Financial Journalist Class dan siap mendukung kegiatan serupa secara berkelanjutan. Kami berharap forum ini menjadi ruang kolaborasi yang produktif antara industri jasa keuangan dan media dalam menyampaikan informasi yang kredibel, edukatif, serta memberikan manfaat bagi masyarakat," ungkap Irfan.

Pada sesi penyampaian materi, jurnalis disajikan pemaparan konkret dari sejumlah Lembaga Jasa Keuangan (LJK). BRI Cabang Kediri memaparkan peran perbankan dalam mendorong UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hingga Juni 2026, penyaluran KUR BRI di Kediri mencapai Rp712 miliar, di mana Rp463 miliar (65,06%) disalurkan ke sektor produksi.

Di sisi pemberdayaan usaha ultra mikro, Pemimpin PNM Cabang Kediri, Ivandi Sudarsono, memaparkan program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang berfokus pada perempuan prasejahtera.

Hingga Juni 2026, PNM wilayah Kediri mencatatkan outstanding pembiayaan sebesar Rp456,91 miliar (Mekaar Rp399,11 miliar dan ULaMM Rp57,80 miliar), serta berhasil mendorong 15.705 nasabah naik kelas.

Sementara itu, Pegadaian Cabang Kediri mengulas tren positif tabungan emas sebagai pilihan investasi jangka panjang yang aman.

Outstanding pembiayaan berbasis emas per Juni 2026 menyentuh angka Rp50,40 miliar, tumbuh Rp2,96 miliar (6,25%) dibandingkan akhir tahun lalu.

Sinergi yang erat antara FKIJK, OJK, dan media ini diharapkan terus terjaga agar literasi dan inklusi keuangan masyarakat di wilayah Kediri-Madiun semakin kuat dan merata.

Editor : SRTVRedaksi