Lanskap Ekonomi Nganjuk Alami Transisi, Kang Marhaen Ajak Semua Pihak Bergandengan Tangan Wujudkan Pembangunan Daerah

Bupati Marhaen menyampaikan Nganjuk yang kini tengah bertransisi menjadi pusat industri baru tanpa meninggalkan sektor pertanian berbasis teknologi. (Zaki/SRTV)
Bupati Marhaen menyampaikan Nganjuk yang kini tengah bertransisi menjadi pusat industri baru tanpa meninggalkan sektor pertanian berbasis teknologi. (Zaki/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID - Lanskap ekonomi Kabupaten Nganjuk memperlihatkan pergeseran pola besar-besaran, dari sekotr pertanian menuju sektor industri berkelanjutan.

Salah satu yang menjadi indikator ialah adanya Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN), yang terpusat di Jalan A. Yani Nganjuk.

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, dengan adanya KEN, perekonomian masyarakat Kabupaten Nganjuk dapat lebih berjalan dengan baik berkat adanya usaha-usaha kecil yang dibuka di sekitar KEN.

"Uang beredar terus disitu. Termasuk daerah-daerah penyangga seperti Jalan Merdeka, Jalan Kartini, Jalan Demojoyo, termasuk juga Jalan Dr. Soetomo," kata Kang Marhaen. Senin (20/7/2027)

Selain KEN, kata Kang Marhaen, Pemkab Nganjuk saat ini terus mengembangkan ide prestisius yakni pembangunan Kawasan Industri Nganjuk (KING).

Menurut Kang Marhaen, KING nantinya diproyeksikan sebagai daerah yang menjadi penopang utama perekonomian di Kabupaten Nganjuk

Dengan adanya KING yang banyak diminati para pelaku industri baik lokal maupun nasional, Pemkab Nganjuk menargetkan angka pengangguran di Kabupaten Nganjuk dapat berkurang secara signifikan.

"Tahun ini ada kebutuhan dari Dinas Ketenagakerjaan 4.000 lowongan pekerjaan. Alhamdulillah yang 4.000 terisi, sehingga mengurangi yang namanya migrasi dari desa ke kota," kata Kang Marhaen.

Menurut Kang Marhaen, beberapa wilayah di Kabupaten Nganjuk yang difokuskan menjadi KING diantaranya ialah Ngrengket, Ngankatan, Mlorah Rejoso hingga wilayah Kecamatan Jatikalen.

Meski demikian, Kang marhaen menegaskan bahwa Kabupaten Nganjuk tidak meninggalkan sektor pertanian, yang telah mnejadi urat nadi perekonomian masyarakat sejak lama.

Bahkan, Kang Marhaen mengklaim bahwa sektor pertanian di Kabupaten Nganjuk telah mengalami perubahan pola besar-besaran dari metode tradisional menjadi lebih modern.

"Pertanian yang kita kembangkan berbasis teknologi. Anak-anak muda Nganjuk alhamdulillah sekarang punya image yang bagus. Dulu petani itu sepuh-sepuh. Tapi sekarang anak-anak muda sudah senang bertani," kata Kang Marhaen.

Kang Marhaen juga mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong pertanian di Kabupaten Nganjuk agar dapat terus berkembang hingga akhirnya dapat mewujudkan ketahanan pangan.

Menurut Kang Marhaen, hingga saat ini terdapat tiga komoditas pertanian di Nganjuk yang menjadi primadona, antara lain padi, bawang merah, dan kedelai.

Oleh sebab itu, Kang Marhaen mengajak kepada seluruh pihak untuk bersama-sama saling menjaga Kabupaten Nganjuk dan mewujudkan pembangunan daerah yang lebih baik.

"Yuk, saatnya kita Jogo Nganjuk, saatnya kita bersama-sama memmbangun Nganjuk karena Nganjuk milik kita bersama," kata Kang marhaen.

Kang marhaen menambahkan, perubahan lanskap ekonomi di Kabupaten Nganjuk bukan berarti perubahan total aktivitas ekonomi masyarakatnya.

Menurutnya, aktivitas ekonomi masyarakat Kabupaten Nganjuk memiliki nafas baru yakni industri, namun tidak meninggalkan sektor pertanian yang telah menjadi nadi ekonomi masyarakat sejak dahulu.

Bahkan, sekotr pertanian itu kini telah dimodernisasi guna menghasilkan hasil produksi yang lebih bagus demi mencapai swasembada pangan.

Editor : SRTVRedaksi