Lewati Verifikasi Ketat Biar Tepat Sasaran, PWI dan Polres Nganjuk Bedah Rumah Warga Garas Bagor 

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nganjuk di Lokasi bedah rumah di Desa Sugihwaras, Bagor, Nganjuk (Zaki/SRTV)
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nganjuk di Lokasi bedah rumah di Desa Sugihwaras, Bagor, Nganjuk (Zaki/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Program bedah rumah tidak layak huni milik Kakek Sojo (66), warga Desa Sugihwaras (Garas) Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, tidak berjalan begitu saja. 

Di balik aksi kemanusiaan ini, terdapat proses panjang berupa survei mendalam dan berbagai pertimbangan matang untuk memastikan bantuan jatuh ke tangan yang benar-benar membutuhkan.

"Sebelum bantuan ini dieksekusi, tim dari Nganjuk Peduli dan PWI Nganjuk telah melakukan serangkaian verifikasi ketat di lapangan. Langkah ini sangat krusial bagi kami untuk memastikan bahwa program bedah rumah ini benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata," ujar Bagus Jatikusumo, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nganjuk. Selasa (14/7/2026)

Dari hasil verifikasi faktual tersebut, tim menemukan potret pilu kehidupan Kakek Sojo. Lansia berusia 66 tahun itu diketahui hidup sebatang kara di rumahnya yang hampir roboh. 

Untuk menyambung hidup sehari-hari, ia hanya mengandalkan upah sekadarnya dari hasil menggembala kambing milik tetangganya, pekerjaan yang hasilnya kerap kali hanya cukup untuk makan sehari-hari.

"Dalam pelaksanaannya, kegiatan bedah rumah ini melibatkan sejumlah relawan dari Nganjuk Peduli. Kami membagi tim agar proses pembongkaran hingga pembangunan kembali bisa berjalan dengan lebih efektif, efisien, dan cepat selesai," jelas Adi, Ketua Komunitas Nganjuk Peduli di lokasi bedah rumah.

Aksi sosial yang digelar dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 ini dapat terwujud berkat kolaborasi erat berbagai pihak. 

Selain Polres Nganjuk dan rekan-rekan jurnalis PWI, gerakan ini didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Baznas Nganjuk, PLN ULP Nganjuk, serta para relawan dari Komunitas Nganjuk Peduli.

Sinergi lintas sektor ini menjadi simbol nyata kuatnya kepedulian kolektif masyarakat Nganjuk.

Penderitaan dan kesedihan yang dipendam Kakek Sojo selama 20 tahun di rumah tidak layak huni tersebut seketika luruh. Air mata bahagia tak membendung saat ia menyaksikan dinding-dinding rumahnya mulai dibongkar secara gotong royong oleh para petugas dan relawan.

"Saya sampai tidak bisa berkata-kata banyak. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang sudah peduli pada saya," ungkap Kakek Sojo dengan suara bergetar menahan haru.

Melalui sinergitas yang solid antara insan pers, aparat kepolisian, instansi pemerintah, dan lembaga sosial ini, diharapkan gerakan serupa dapat terus berlanjut secara konsisten demi merajut keharmonisan sosial dan mengikis kemiskinan di Kabupaten Nganjuk.

Editor : SRTVRedaksi