Tuntut Evaluasi Program MBG, Mahasiswa Demo Bakar Ban di Depan Gedung DPRD Blitar

Mahasiswa ketika demo membakar ban di depan kantor DPRD Kabupaten Blitar. (Aziz/SRTV)
Mahasiswa ketika demo membakar ban di depan kantor DPRD Kabupaten Blitar. (Aziz/SRTV)

BLITAR, SRTV.CO.ID – Ratusan massa dari sejumlah organisasi mahasiswa di Blitar menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Blitar di Kanigoro, Kamis (25/6/2026). 

Memulai aksinya sekitar pukul 10.00 WIB, massa langsung merangsek maju dan menggelar orasi di depan pintu masuk gedung dewan.

Ketegangan sempat meningkat ketika para mahasiswa nekat membakar ban bekas tepat di gerbang utama, hingga membuat asap hitam pekat membumbung tinggi ke langit. 

Beruntung, petugas keamanan yang berjaga bergerak sigap menyemprotkan alat pemadam api ringan (APAR) untuk menjinakkan kobaran api agar tidak merembet ke fasilitas publik.

Dalam orasinya, mahasiswa dengan lantang menyoroti sejumlah program nasional baru yang dinilai boros anggaran dan mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi total, salah satunya adalah program makan bergizi gratis (MBG)

Menanggapi gelombang protes tersebut, pimpinan dewan akhirnya keluar untuk menemui langsung para pendemo. Di hadapan massa, pihak DPRD menegaskan bahwa mereka menampung seluruh aspirasi tersebut, namun mengingatkan bahwa kewenangan penuh atas program nasional berada di tangan pemerintah pusat.

“Tetap kami terima dan teruskan ke pusat,” kata Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriyadi, saat berbicara di hadapan ratusan mahasiswa.

Selain persoalan makan gratis, massa juga membawa sejumlah tuntutan krusial lainnya di bidang pendidikan. Mereka menuntut pemerataan kualitas pendidikan dan memberikan atensi khusus terhadap kesejahteraan guru, utamanya bagi para tenaga pendidik yang berstatus non-ASN.

Tidak hanya itu, sektor lingkungan hidup juga menjadi sorotan tajam dalam aksi kali ini. Mahasiswa mendesak pemerintah untuk segera menghentikan eksploitasi alam besar-besaran yang mengancam ekosistem di Blitar.

"Kami menuntut pemerintah mengusut tuntas perusahaan-perusahaan yang secara jelas telah merusak lingkungan," tegas salah satu koordinator lapangan dalam orasinya.

Aksi ditutup dengan tuntutan di bidang ekonomi, di mana mahasiswa meminta pemerintah daerah maupun pusat untuk lebih peka dan nyata dalam memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat bawah yang saat ini sedang terjepit dan membutuhkan bantuan.

Editor : SRTVRedaksi