Alfamart Jadi Lansiran Empuk, Komplotan Rampok Antar-Kota Berklewang Akhirnya Digulung Polres Blitar Kota

Sejumlah barang bukti yang berhasil disita dari hasil kejahatan para perampok spesialis Alfamart saat rilis pers di Mapolres Blitar Kota. (Aziz/SRTV)
Sejumlah barang bukti yang berhasil disita dari hasil kejahatan para perampok spesialis Alfamart saat rilis pers di Mapolres Blitar Kota. (Aziz/SRTV)

BLITAR, SRTV.CO.ID – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blitar Kota berhasil membongkar komplotan perampok spesialis toko berjejaring Alfamart yang kerap meresahkan masyarakat. 

Dalam menjalankan aksinya, komplotan yang terdiri dari tiga pemuda ini tergolong nekat dan sadis karena tidak segan-segan mengancam para karyawan menggunakan senjata tajam dan memaksa mereka untuk membuka brankas penyimpanan uang.

“Tiga tersangka bukan warga Blitar, mereka luar Blitar. Dan sasarannya memang Alfamart. Ada tujuh lokasi yang menjadi sasaran dan semuanya toko Alfamart. Tiga lokasi di daerah wilayah hukum Polres Blitar Kota, sementara sisanya wilayah Jombang,” kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya L, Kamis (25/6/2026).

Kapolres membeberkan identitas ketiga tersangka yang berhasil diringkus, yakni YDS (23) warga Desa Wonosari, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri; MJS (23) warga Desa Sumbergayam, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek; serta ISL (23) warga Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. 

Bersama para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berharga meliputi senjata tajam jenis pisau dan celurit, hingga barang-barang mewah hasil uang jarahan seperti ponsel iPhone, sepeda motor Yamaha Filano, sandal, dan perlengkapan lainnya.

“Dari aksinya di Alfamart Srengat, uang senilai Rp 44 juta digondol. Petugas yang mendapat informasi langsung bergerak cepat. Berbekal ciri-ciri wajah pada kamera pengawas (CCTV), petugas mendapati sejumlah nama tersangka hingga akhirnya mereka berhasil ditangkap di beberapa tempat berbeda,” jelas AKBP Kalfaris 

menceritakan awal mula penangkapan pasca-aksi perampokan di Jalan Mastrip, Kelurahan Srengat, Sabtu (06/6/2026) lalu.

Dari hasil penyidikan mendalam, ketiga pelaku diketahui berbagi peran secara rapi saat melancarkan aksinya. Tersangka YDS bertindak sebagai otak yang menyiapkan senjata tajam, tas, menentukan lokasi, menodong karyawan, hingga menguras isi brankas. 

Sementara MJS bertugas menyewa sepeda motor, menyiapkan tali rafia untuk mengikat korban, serta ikut menodong menggunakan celurit. Adapun ISL berperan sebagai joki motor, ikut mengikat karyawan, sekaligus menjaga area depan toko agar situasi tetap aman dari kedatangan pembeli atau warga.

“Sasarannya semua Alfamart. Makanya, ini yang menjadi atensi kami. Mengapa Alfamart yang mudah jadi sasaran? Belakangan diketahui, Alfamart memiliki kelemahan di antaranya buka 24 jam penuh, dan ketika malam hari hanya ada 2 atau 3 karyawan saja. Selain itu, di dalam toko selalu ada brankas berisi uang, ini yang membedakan dengan toko jejaring lain hingga memantik pelaku kejahatan beraksi,” pungkasnya mengenai total kerugian 7 TKP di Blitar dan Jombang yang mencapai Rp 100 juta lebih

Editor : SRTVRedaksi