SIDOARJO, SRTV.CO.ID – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Timur sukses menggelar rangkaian Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 yang berlangsung selama dua hari, 22–23 Juni 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Sidoarjo itu tidak hanya membahas program kerja organisasi, tetapi juga diwarnai pelantikan Forum Pemred SMSI Jatim serta seminar nasional tentang masa depan pers di era digital.
Ketua SMSI Jawa Timur, Sokip, SH, MH, mengatakan, Rakerda SMSI Jawa Timur menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi.
"Sekaligus meningkatkan kapasitas media siber menghadapi tantangan industri digital yang terus berkembang," ungkap Sokip.
Pada hari pertama, Senin (22/6/2026), agenda difokuskan pada pembahasan internal organisasi melalui Rakerda yang digelar di Life Hotel Sidoarjo. Para peserta membahas berbagai program strategis SMSI Jatim untuk periode mendatang.
Pembahasan dilanjutkan hingga malam hari di Café Arunda sebelum ditutup dengan perumusan sejumlah rekomendasi organisasi.
Memasuki hari kedua, Selasa (23/6/2026), kegiatan berlanjut dengan pembukaan resmi yang dihadiri pengurus SMSI, pimpinan perusahaan media, akademisi, dan sejumlah tokoh pers. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, serta doa bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Umsida, Dr. Hidayatulloh, M.Si., menyampaikan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan industri media dalam menghadapi perubahan lanskap informasi yang semakin dinamis.
Sementara itu, Ketua SMSI Jatim Sokip secara resmi meluncurkan Agregator SMSI Jatim sebagai upaya memperkuat jaringan distribusi informasi dan meningkatkan daya saing media anggota di tengah persaingan platform digital.
Selain itu, SMSI Jatim juga mengukuhkan kepengurusan Forum Pemred SMSI Jatim sebagai wadah koordinasi para pemimpin redaksi media anggota. Acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat verifikasi faktual kepada sejumlah perusahaan pers oleh Anggota Dewan Pers, Maha Eka Swasta.
Puncak kegiatan diisi seminar nasional yang menghadirkan tiga narasumber. Ketua Umum SMSI Pusat Drs. Firdaus, M.Si. memaparkan strategi membangun ekosistem media digital nasional yang sehat, adaptif, dan berdaya saing global. Pakar Hukum Media Umsida Ahmad Riyadh, Ph.D. membahas tantangan regulasi digital dan kepastian hukum di tengah platformisasi media.
Sedangkan Anggota Dewan Pers Maha Eka Swasta mengulas pentingnya menjaga etika jurnalistik dan independensi pers di tengah disrupsi digital.
Diskusi yang dipandu Kukuh Sindhuwiatmo, S.Sos., M.Si. berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
"Seminar mengangkat sejumlah isu mulai dari keberlanjutan bisnis media, regulasi platform digital, hingga penguatan profesionalisme jurnalis," ujar Sokip.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada para narasumber, pembagian doorprize, serta ramah tamah peserta. Melalui Rakerda 2026, SMSI Jatim menegaskan komitmennya untuk memperkuat kualitas perusahaan pers sekaligus menjaga peran media sebagai pilar demokrasi di tengah derasnya arus transformasi digital.
Editor : SRTVRedaksi