NGANJUK, SRTV..CO ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Nganjuk membeberkan peta titik rawan bencana di Bumi Anjuk Ladang. Berdasarkan hasil kajian ilmiah terbaru, wilayah ini rupanya ikut dilewati oleh jalur patahan aktif yang dikenal dengan nama Sesar Kendeng.
"Sesar Kendeng adalah salah satu sesar aktif di Pulau Jawa yang merupakan bagian dari Java Back-arc Thrust," jawab BMKG Stasiun Geofisika Nganjuk dikonfirmasi, Senin (22/6/2026).
Lebih lanjut, pihak BMKG menjelaskan secara spesifik bahwa bagian patahan yang memotong wilayah Kabupaten Nganjuk ini merupakan bagian dari struktur lokal yang disebut Segmen Pandan. Patahan ini memiliki bentang panjang yang cukup signifikan di perbatasan kabupaten.
"Sesar Kendeng yang melewati adalah Segmen Pandan sepanjang 18 kilometer, yang berada di perbatasan tiga wilayah, yaitu, Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun, Kecamatan Sekar Kabupaten Bojonegoro, dan Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk," terang BMKG.
Keberadaan struktur geologi aktif ini tentu memicu potensi kebencanaan yang wajib diwaspadai oleh masyarakat setempat.
Segmen Pandan diprediksi sewaktu-waktu bisa memicu getaran atau aktivitas kegempaan lokal di wilayah Nganjuk, Bojonegoro, dan sekitarnya dengan mekanisme pergerakan batuan berupa sesar naik (thrust fault).
Sebagai bukti keaktifannya, stasiun setempat juga menjabarkan histori riwayat gempa yang pernah terekam kuat dalam sistem sensor monitoring meteorologi beberapa tahun silam.
"Pada Tahun 2016 berdasarkan data BMKG Stasiun Geofisika Nganjuk tercatat aktivitas gempa bumi swarm di sekitar Sesar Kendeng Segmen Pandan sebanyak ratusan aktivitas, dengan magnitudo antara 1 hingga 3, tepatnya di wilayah Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun," bebernya.
Meskipun magnitudo gempa beruntun (swarm) kala itu cenderung kecil, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan edukasi mitigasi kebencanaan demi mengurangi risiko jika terjadi aktivitas tektonik yang lebih besar di masa mendatang
Editor : SRTVRedaksi