Libatkan Nelayan, Pencarian Santriwati Kediri di Pantai Pangi Blitar, Tim Gabungan Sisir Tebing Curam

Tim SAR gabungan bersama nelayan setempat melanjutkan pencarian santriwati yang hilang di Pantai Pangi, Blitar. (Aziz, SRTV)
Tim SAR gabungan bersama nelayan setempat melanjutkan pencarian santriwati yang hilang di Pantai Pangi, Blitar. (Aziz, SRTV)

BLITAR, SRTV.CO.ID – Upaya pencarian terhadap Hr (9), santriwati asal Kediri yang hilang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, terus diintensifkan. Hingga memasuki hari keempat, Tim SAR gabungan tidak hanya bergerak di perairan, tetapi juga memperluas jangkauan ke area perbatasan laut selatan hingga tebing-tebing curam di sekitar lokasi kejadian.

Kepastian mengenai berlanjutnya operasi SAR ini diungkapkan oleh Kepala Seksi Humas Polres Blitar, Aipda Muheni. Ia menjelaskan bahwa tim telah berupaya maksimal sejak pagi hari dengan membagi personel ke dalam beberapa kelompok strategis.

“Untuk sementara informasinya masih nihil. Meski begitu, pencarian terus dilakukan hingga hari ketujuh sesuai dengan prosedur pencarian,” kata Aipda Muheni pada Minggu siang (14/6/2026).

Dalam skenario pencarian hari keempat ini, tim gabungan dibagi menjadi tiga kelompok kerja. Kelompok pertama berfokus pada penyisiran jalur laut, memanfaatkan perahu dan berkolaborasi erat dengan masyarakat pesisir yang memahami karakteristik ombak setempat.

Sementara itu, kelompok kedua dan ketiga mengambil jalur darat yang cukup ekstrem. Mereka harus menyusuri kawasan perbukitan dan tebing tinggi yang mendominasi lanskap Pantai Pangi demi menemukan keberadaan korban.

“Nelayan juga diminta bantuan. Ketika menemukan tanda-tanda mencurigakan, agar segera melapor,” tambah Aipda Muheni terkait pelibatan warga lokal dalam operasi ini.

Untuk memaksimalkan pengamatan di medan yang sulit, petugas di lapangan dibekali dengan peralatan taktis pendukung. Salah satunya adalah teropong khusus yang dirancang untuk memantau objek di area sempit tebing maupun di atas permukaan laut dari jarak jauh.

Sebagai informasi, musibah ini bermula saat rombongan outing class salah satu pondok pesantren di Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, berwisata ke Pantai Pangi pada Kamis lalu. 

Liburan yang diikuti 10 santri dan didampingi seorang ustazah tersebut berubah menjadi duka ketika tiga santri dihantam ombak besar saat berada di tebing pantai.

Dua santri, yakni AZ (11) dan AM (10), berhasil menyelamatkan diri ke tepi pantai dengan bantuan warga serta nelayan setempat, lalu segera dievakuasi ke puskesmas terdekat. Hingga saat ini, fokus utama petugas adalah menemukan Hr (9) sebelum batas waktu standar operasi SAR berakhir.

Editor : SRTVRedaksi