Terjebak 300 Meter di Jurang Semeru, Tim SAR Gunakan Hauling System untuk Evakuasi Pendaki

Persiapan penyelamatan : Untuk memperkuat upaya penyelamatan, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya resmi mengirimkan tim tambahan
Persiapan penyelamatan : Untuk memperkuat upaya penyelamatan, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya resmi mengirimkan tim tambahan

SURABAYA, SRTV.CO.ID – Operasi penyelamatan masih berlangsung penuh perjuangan di Gunung Semeru. Seorang pendaki berusia 18 tahun bernama Cakra, yang terperosok ke dalam jurang sejak Selasa (2/6/2026) sore, kini berada di kedalaman 300 meter dengan kondisi kaki terluka.

Medan ekstrem, jarak jauh, dan cuaca tak menentu menjadi tantangan berat tim penyelamat yang terus berkejaran dengan waktu demi membawa korban selamat ke atas.

Untuk memperkuat upaya penyelamatan, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya resmi mengirimkan tim tambahan ke lokasi guna bergabung dengan tim Unit Siaga SAR (USS) Malang yang sudah bergerak lebih dulu.

Tim tambahan ini membawa peralatan khusus High Angle Rescue Technique (HART) dan perangkat komunikasi Starlink agar koordinasi di lokasi sulit terjangkau tetap lancar.

"Tim tambahan diberangkatkan untuk mendukung SAR gabungan dengan membawa perlengkapan penyelamatan ketinggian dan alat komunikasi khusus. Ini diperlukan mengingat lokasi jatuhnya korban berada di medan yang sangat sulit dijangkau," ungkap Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P. H.

Perjalanan menuju titik evakuasi bukanlah hal mudah. Setelah kendaraan hanya bisa sampai di batas akses jalan raya, tim penyelamat harus melanjutkan perjalanan mendaki gunung berjalan kaki selama kurang lebih delapan jam. Jalur yang dilalui berupa tebing curam, jurang dalam, dan medan berbatu yang licin, menuntut kehati-hatian ekstra setiap langkah.

"Medan yang harus dilalui sangat terjal dan banyak jurang curam. Selain jarak tempuh yang jauh, tim harus sangat berhati-hati agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan saat mendaki menuju lokasi korban," jelas Koordinator USS Malang, Imam Nahrowi.

Bahkan pada malam sebelumnya, operasi sempat dihentikan sementara. Kabut tebal menyelimuti seluruh kawasan pendakian, membuat jarak pandang menjadi sangat terbatas. Demi keselamatan seluruh personil, pergerakan ditunda hingga kondisi membaik.

Kini, informasi mengenai kondisi korban mulai lebih jelas diketahui. Cakra diketahui mengalami cedera parah berupa pembengkakan pada pergelangan kaki kanan. Namun, kabar sedikit meringankan kekhawatiran datang dari keberadaan tiga warga lokal dan dua rekan pendakinya yang berani turun ke dasar jurang sedalam 300 meter untuk menemani, menjaga, dan memantau kondisi korban sejak kejadian.

"Di bawah sana saat ini ada enam orang, yaitu korban sendiri, tiga warga lokal, dan dua rekannya. Sementara di atas tebing, tim SAR gabungan berjumlah sekitar 30 orang sedang menunggu peralatan lengkap tiba," ujar Imam.

Imam menambahkan, rencana teknis evakuasi sudah disusun matang. Mengingat lokasi yang terjal dan dalam, tim penyelamat memutuskan menggunakan metode Hauling System atau sistem penarikan menggunakan tali dan katrol khusus. Metode ini dianggap paling aman dan efektif untuk mengangkat korban yang mengalami cedera kaki dari dasar jurang ke atas tebing.

"Setelah perlengkapan lengkap sampai, evakuasi akan langsung dilakukan dengan sistem tarik tali. Kami berupaya secepat mungkin membawa Cakra naik ke atas dan mendapatkan penanganan medis lebih lanjut," tegas Imam.

Hingga berita ini diturunkan, seluruh personil masih berjuang mengangkut peralatan ke titik tertinggi lokasi kejadian, berharap proses evakuasi berjalan lancar dan korban bisa diselamatkan dalam keadaan selamat.

Editor : SRTVRedaksi