NGANJUK, SRTV.CO.ID – Siapa sangka, gemuruh mesin motor di sirkuit ekstrem justru menjadi pintu gerbang bagi Tenno Ali menuju gemerlapnya dunia seni peran. Pria asli Desa Tembarak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk ini membagikan kisah unik perjalanan kariernya yang semula sama sekali tidak pernah membayangkan bakal menjadi seorang aktor.
"Saya ikut motocross. Latihannya waktu itu di Pondok Indah. Di sana masih banyak pohon karet. Sampai kemudian bisa dibilang jadi crosser profesional. Saya ikut beragam perlombaan," kenang Tenno saat ditemui di kediamannya, Kamis (28/5/2026).
Awal ketertarikan Tenno pada dunia akting bermula secara tidak sengaja pada tahun 1982, tepat saat ia baru lulus SMA. Setelah band yang didirikannya bubar karena rekannya fokus kuliah, Tenno melirik olahraga ekstrem motocross hingga akhirnya tak sengaja terpantau oleh seorang sutradara saat sedang berlatih di Cisarua, Bogor.
"Kami mengobrol. Tak lama, dia mengajak main film. Meski dikasih uang, saya tak tertarik. Saya menolaknya agak mengejek, tidak gentle main film," ujarnya sembari tertawa mengingat masa lalunya.
Sutradara tersebut tidak hilang akal agar sang crosser muda mau bergabung. Ia menawarkan sebuah imbalan yang sangat sulit ditolak oleh seorang pencinta motor, yakni sepasang ban motor trail atau yang akrab disebut "ban pacul".
"Karena menyangkut motor menggiurkan sekali. Kami pun menerima bermain film. Sesudahnya, ternyata benar, dia membelikan ban pacul itu, ya saya sangat senang," papar Tenno.
Namun, kejutan tidak berhenti di situ saja bagi Tenno. Saat dikumpulkan bersama kru untuk menerima arahan adegan berbahaya dikejar pembunuh menggunakan motor, ia baru menyadari bahwa dirinya terpilih menjadi pemeran pengganti untuk aktris utama yang sangat naik daun kala itu.
"Saya dag dig dug ketika tahu jadi pemeran pengganti Yati Octavia. Saya dipilih karena dinilai postur tubuhnya sama dan berambut gondrong," urainya mengenai debutnya di film Marni Gadis Berdarah Dingin tersebut.
Meski sempat grogi hingga kebablasan memacu motor karena belum paham arti kata "cut" di lokasi syuting, momen tersebut sukses mengantarkan Tenno ke judul-judul film layar lebar lainnya seperti Kecubung Sakti.
Ia kemudian mengasah bakatnya di teater Bulungan, sempat menjadi penyiar radio, hingga akhirnya sukses besar lewat sinetron dan FTV, salah satunya Juragan Jengkol.
"Beruntungnya, saya tidak pernah menjadi figuran. Ini yang saya syukuri. Saya bermain dengan aktor ternama sejak awal karir," pungkas Tenno menutup pembicaraan.
Editor : SRTVRedaksi