Rayakan Kurban dengan Sapi Jumbo dari Presiden Prabowo, Santri Tebuireng Nyate Massal

Santri Tebuireng gelar nyate massal, dengan sapi jumbo bantuan Presiden Prabowo, Kapolda, dan Gubernur Jatim. (Faiz SRTV)
Santri Tebuireng gelar nyate massal, dengan sapi jumbo bantuan Presiden Prabowo, Kapolda, dan Gubernur Jatim. (Faiz SRTV)

JOMBANG, SRTV.CO.ID – Momentum Hari Raya Idul Adha selalu membawa cerita kebersamaan yang hangat. Meski harus melewatkan hari raya jauh dari keluarga tercinta, ribuan santri di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, punya cara sendiri untuk merayakan kegembiraan. 

Mereka menggelar tradisi tahunan "nyate bareng" massal di halaman asrama pesantren.

Suasana Idul Adha tahun 2026 ini terasa kian spesial bagi para santri. Pasalnya, hewan kurban yang disembelih tidak main-main jumlah dan ukurannya, termasuk salah satunya adalah sapi berukuran jumbo pemberian Presiden Prabowo Subianto.

"Idul Adha tahun ini, Ponpes kami menyembelih total 35 ekor Sapi dan puluhan kambing. Sapi-sapi kurban jumbo tersebut sebagian merupakan pemberian Presiden Prabowo Subianto, Kapolda Jatim, dan Gubernur Jawa Timur," ujar Lukman Hakim, Mundzir Ponpes Tebuireng Jombang

Prosesi dimulai sesaat setelah pelaksanaan salat Id. Panitia kurban bergerak cepat melakukan penyembelihan yang dibantu langsung oleh para santri pada tahap pengirisan daging. 

Kegembiraan memuncak saat perwakilan tiap kamar santri dipanggil secara bergantian untuk mengambil jatah daging mereka yang melimpah.

"Para santri tiap kamar dipanggil untuk mengambil jatah daging kurban," jelas Lukman Hakim.

Setelah menerima jatah daging, halaman asrama langsung berubah menjadi lautan asap yang harum. Menggunakan alat pemanggang tradisional dan arang, para santri kompak membakar sate bersama kelompoknya. 

Tidak hanya dibakar biasa, ragam kreasi kuliner pun tercipta dari tangan kreatif para santri.

"Selain disate, ada yang dicampur kuah gulai dibuat krengsengan dan lain sebagainya," ungkap Keano Saputra Hemawan, salah satu santri yang ikut dalam keseruan tersebut.

Bagi para santri, tradisi ini sukses mengobati rasa rindu kepada orang tua di rumah. Kehangatan membakar sate bersama rekan sekamar menggantikan riuhnya kumpul keluarga di kampung halaman.

Pihak Pesantren Tebuireng tidak hanya ingin para santri bersenang-senang sendiri. Momentum kurban ini juga dimanfaatkan sebagai media edukasi nyata tentang pentingnya kepedulian sosial dan berbagi kebahagiaan dengan masyarakat luas.

"Para santri juga diberikan edukasi berbagi kebahagiaan. Kami juga membagikan ratusan paket daging kurban beserta jeroannya, kepada warga sekitar lingkungan pondok pesantren," tandas Lukman Hakim.

Melalui tradisi nyate bareng dan pembagian kurban ini, pihak pesantren berharap nilai-nilai luhur dapat tertanam kuat di dalam diri para santri. 

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi tali silaturahim yang kuat dalam menjaga semangat kegotongroyongan serta kekompakan, baik antar sesama santri maupun dengan masyarakat sekitar pondok pesantren.

Editor : SRTVRedaksi