SMPN 1 Tanjunganom Gelar MPLS Seminggu Penuh, Libatkan TNI-Polri hingga KPAD Nganjuk

Siswa-siswi baru SMPN 1 Tanjunganom menyimak materi sosialisasi HIV/AIDS saat MPLS hari pertama. (Mr Boni/SRTV)
Siswa-siswi baru SMPN 1 Tanjunganom menyimak materi sosialisasi HIV/AIDS saat MPLS hari pertama. (Mr Boni/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID - Memasuki hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, SMP Negeri 1 Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, langsung tancap gas memberikan pembekalan mendalam bagi para siswa baru pada Senin (13/7/2026).

Tidak tanggung-tanggung, pihak sekolah menggandeng empat instansi penting sekaligus untuk mengisi materi di hari pertama.

Kepala SMPN 1 Tanjunganom, Drs. H. Ponco Yuliono, menjelaskan bahwa rangkaian MPLS bagi siswa kelas 7 ini akan berlangsung selama satu minggu penuh, dari Senin hingga Jumat, dan ditutup dengan kegiatan perkemahan bersama seluruh organisasi sekolah pada hari Sabtu.

Sementara itu, untuk siswa kelas 8 dan 9, pihak sekolah mendatangkan pemateri khusus dari Koramil dan Polsek Warujayeng.

"MPLS merupakan momentum yang sangat baik untuk memberikan pemahaman kepada para siswa tentang pentingnya disiplin, menjauhi kenakalan remaja, menghindari penyalahgunaan narkoba, serta tidak melakukan perundungan serta stop HIV/AIDS," ujar H. Ponco Yuliono.

Pada hari pertama ini, salah satu materi krusial mengenai pencegahan penyakit menular seksual disampaikan langsung oleh Teguh Sujatmiko, M.Pd., selaku pemateri dari Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Nganjuk.

Edukasi ini dinilai sangat penting mengingat kalangan remaja menjadi salah satu target utama benteng pertahanan informasi.

"Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membangun karakter sejak dini sehingga usia muda tidak mengenal virus berbahaya. Sosialisasi dan edukasi menggencarkan penyuluhan mengenai bahaya HIV/AIDS terutama menyasar kalangan pelajar dan kelompok berisiko tinggi," tutur Teguh Sujatmika dalam paparannya.

Selain fokus pada pembentukan karakter dan kesehatan siswa, SMPN 1 Tanjunganom juga sangat memperhatikan kenyamanan psikologis anak didik mereka selama berada di lingkungan sekolah baru.

"Kami juga membuka ruang konsultasi dan mendengarkan masukan dari orang tua. Jika anak merasa tidak nyaman, mereka bisa langsung melapor melalui layanan Bimbingan Konseling (BK)," pungkas Ponco Yuliono menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan wali murid.

Editor : SRTVRedaksi