NGANJUK, SRTV.CO.ID – Rona bahagia sekaligus haru menyelimuti Kabupaten Nganjuk seiring dengan kesiapan keberangkatan ratusan jemaah haji ke Tanah Suci. Pemerintah daerah memastikan bahwa seluruh tahapan persiapan telah rampung agar proses pemberangkatan jemaah dapat berjalan tanpa hambatan berarti.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Nganjuk, Zainal Abidin Hanif Kamaloddin, menyatakan bahwa proses pemberangkatan akan dibagi ke dalam 3 kelompok terbang (kloter).
"Alhamdulillah untuk keberangkatan hari ini insyaallah bisa berjalan dengan lancar, karena ikhtiar semuanya sudah kita lakukan. Dan hari ini nanti ada dua gelombang. Yang pertama nanti kloter 112, jumlahnya ada 210 jamaah. Nanti yang gelombang dua, ini 113 dan 114," ujarnya di Pendopo Sosrokoesumo Nganjuk Rabu (20/4/2025).
Secara rinci, kloter 113 akan membawa sebanyak 374 jemaah, sedangkan kloter 114 melengkapi rombongan dengan 149 jemaah. Perjalanan para jemaah ini pun sudah dijadwalkan secara ketat agar mereka tiba di asrama haji sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh panitia pusat.
Terkait jadwal keberangkatan, jemaah kloter awal akan mulai bergerak sejak sore hari demi mengejar jadwal masuk asrama.
"Ini nanti masuk ke asrama haji itu jam 05.00, sehingga nanti keluar dari Nganjuk insyaallah jam 03.00," jelas Hanif.
Sedangkan jadwal untuk kloter 113 dan 114 dijadwalkan masuk asrama haji Sukolilo Surabaya pukul 19.00 WIB, yang berarti rombongan harus sudah meninggalkan Nganjuk dua jam sebelumnya.
Meski mayoritas jemaah dipastikan berangkat, Hanif juga menyampaikan kabar kurang baik mengenai adanya satu jemaah yang terpaksa menunda ibadahnya tahun ini akibat faktor kesehatan.
Kendati demikian, posisi tersebut langsung diisi oleh jemaah cadangan yang statusnya sudah siap berangkat.
Pihak Kemenhaj Nganjuk mencatat total jemaah yang berangkat kali ini mencapai 733 orang, yang kemudian digabungkan dengan para petugas pendamping lapangan.
"Ditambah dengan petugas, kloter ada empat, untuk petugas kesehatan ada satu, petugas dari daerah ada satu, sehingga jumlahnya ada enam. Sehingga keseluruhan itu ada 739," tambahnya secara rinci.
Menariknya, dalam musim haji kali ini, terdapat kontras usia yang cukup mencolok di antara para tamu Allah asal Nganjuk.
Predikat jemaah tertua dipegang oleh seorang nenek berusia hampir satu abad, sedangkan jemaah termuda merupakan seorang remaja yang baru saja menginjak usia dewasa.
Hanif memaparkan bahwa jemaah tertua tercatat atas nama Bu Marmi, seorang warga yang menunjukkan semangat luar biasa di usia senjanya.
"Yang tertua ini umurnya 90 tahun, Bu Marmi dari Sawahan. Terus yang termuda ini namanya Mas Muhammad Bustan Tsabit, umur 17 tahun Dari Loceret, Godean," pungkasnya.
Editor : SRTVRedaksi