JOMBANG, SRTV.CO.ID – Suasana hangat dan penuh kedamaian menyelimuti Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Sebanyak 55 biksu dari berbagai negara di Asia Tenggara yang tergabung dalam gerakan Indonesia Walk for Peace 2026, disambut antusias oleh masyarakat lintas agama dan etnis saat melintasi wilayah yang akrab dijuluki Kota Santri tersebut.
Perjalanan spiritual dari Bali menuju Candi Borobudur ini menjadi simbol nyata kerukunan antarumat beragama.
"Kami sangat terharu melihat antusiasme warga di sepanjang jalan. Toleransi di Jombang ini benar-benar luar biasa, semua orang saling menghormati tanpa memandang perbedaan," ujar Weni Agustina, Selasa (19/5/2026) salah seorang warga yang ikut menyambut di tepi jalan.
Sepanjang rute yang dilalui, masyarakat dari berbagai latar belakang keyakinan tampak memadati tepi jalan untuk menyapa dan memberikan penghormatan kepada para biksu.
Sebagai bentuk aksi nyata toleransi, warga secara sukarela membagikan makanan, minuman, serta berbagai bentuk persembahan lainnya untuk mendukung stamina para biksu yang sedang berjalan kaki.
"Sebagai generasi muda, melihat pemandangan seperti ini bikin adem banget. Rasanya senang sekali bisa melihat langsung bagaimana indahnya bergotong royong dan menjaga kerukunan di kota kita," ungkap Putri Evi Rosdiana, seorang pelajar setempat.
Kemeriahan semakin terasa saat rombongan biksu memasuki area pemukiman warga Tionghoa. Ratusan umat Tri Dharma menyambut perjalanan suci ini dengan menggelar karpet merah yang ditaburi bunga mawar nan wangi.
Tidak hanya itu, para biksu juga disambut dengan tradisi pemberian angpao serta pertunjukan Barongsai yang memukau.
Sebelum melanjutkan perjalanan panjangnya menuju destinasi akhir di Candi Borobudur, para biksu menyempatkan diri untuk beristirahat dan menggelar ritual peribadatan bersama umat Tionghoa di Klenteng Hok Liong Kiong, Kepatihan, Jombang salah satu klenteng bersejarah yang menjadi saksi bisu kuatnya akar keberagaman di daerah tersebut.
Editor : SRTVRedaksi