oleh

KH. Asroful Anam
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Burhan Wabah Corona Segera Berakhir – srtv.co.id

srtv.co.id |Virus Corona (Covid-19) menjadi salah satu virus yang kini menjadi ancaman serius warga dunia. Sehingga butuh penanganan serius dari pihak pemerintah.

KH. Asroful Anam
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Burhan Kedung Prahu, Ngawi

Menyikapi kondisi tersebut, KH. Asroful Anam, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Burhan, Kedung Prahu, Widodaren, Ngawi, meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik.

KH. Asroful Anam

Namun demikian, sikap waspada, menurut Kiai Kharismatik ini harus tetap dilakukan.

“Masyarakat tidak perlu panik, tenang saja, tapi masalah kewaspadaan harus kita lakukan, semua akan segera berakhir” jelas KH. Asroful Anam, Selasa (3/3/2020) kepada para Ketua Lembaga NU Cabang Ngawi saat sowan kepada Beliau.

Kiai yang juga Katib Suriah PC NU Ngawi ini mengatakan wabah Corona ini merupakan salah satu musibah biasa dari Yang Maha Kuasa. Dengan demikian, dia mengajak warga untuk memperbanyak doa.

“Gak usah panik, ini semua musibah dari Maha Kuasa, kita perbanyak doa saja untuk keselamatan Indonesia umumnya dan Masyarakat Ngawi pada khususnya, saya yakin semua akan segera diangkat oleh Alloh,” Tegasnya.

Seperti diketahui, jumlah kasus Corona tercatat lebih 80.000 di dunia, kematian mencapai lebih dari 3.000 orang.
Lebih dari 90% kematian tercatat di Hubei, China, namun korban meninggal sejauh ini tercatat ada di 10 negara lain.

KH. Asroful Anam juga menjelaskan bahwa sebenarnya Allah telah menunjukkan makanan haram sudah jelas diterangkan dalam Al-Quran dan menjadi pedoman bagi umat Islam agar jangan sampai memakannya.

“Madharat yang didapat jika kita mengkonsumsi makanan yang diharamkan, seperti Ular, kelelawar, anjing, tikus dan babi, tentunya akan menimbulkan madzarat,” Jelasnya.

Beliau juga menguraikan tentang beberapa kriteria binatang yang masuk dalam kategori haram untuk dimakan oleh umat Islam yaitu binatang melata, binatang yang mempunyai taring seperti kelelawar, binatang yang memakan daging seperti harimau atau anjing, binatang yang hidup di dua alam seperti katak dan lainnya.

“Makanan yang baik dan halal kan lebih menjamin dari segi madharatnya, daripada memakan makanan yang haram,” pungkasnya.

Reporter : Kendy S

Editor : BJ Kusumo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed