Kang Marhein bersama Mentri Koprasi dan UMKM Berjuang Bersama Sejahterakan Petani Bawang Merah

  • Whatsapp

srtv.co.id Nganjuk | Kunjungi sentra produksi bawang merah di Desa Mojorembun Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk, Menteri Koperasi dan UKM janjikan perkuatan Koperasi.

Hal itu sebagai langkah Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani Bawang Merah di Kabupaten Nganjuk.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, pihaknya melihat selama ini keberadaan lembaga yang menangani petani bawang merah di Kabupaten Nganjuk masih perlu diperbaiki.

Dengan begitu posisi tawar petani dengan industri bisa lebih baik. Bila keberadaan sebuah lembaga seperti Koperasi petani bawang merah posisinya sudah kuat dan baik maka petani tidak perlu jalan sendiri-sendiri dalam memasarkan hasil bawang merahnya,” kata Teten Masduki.

Teten mengungkapkan hal itu dalam kunjunganya ke sentra prduksi Bawang Merah di Desa Mojorembun Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk.

Nantinya, dikatakan Teten Masduki, Koperasi Petani Bawang Merah yang akan menjadi off taker dengan industri dan buyer atau pembeli. Dengan demikian pemasaran bawang merah dari Petani bisa dijaga harganya agar tidak jatuh ketika panen raya.

Disamping itu, menurut Teten Masduki, Koperasi Petani Bawang Merah nantinya juga akan dilengkapi dengan mesin pengolah Bawang Merah.

Dengan demikian petani tidak perlu khawatir apabila hasil produksi melimpah dan di pasaran terjadi overstok maka produksi bawang merah tersebut akan diolah melalui Koperasi menjadi barang jadi dan dipasarkan oleh Koperasi juga.

Itulah mungkin solusi bagi Petani Bawang Merah di Kabupaten Nganjuk agar tidak lagi mengalami kerugian ketika panen raya dengan hasil produksi melimpah tetapi harga justru jatuh.

Oleh karena itu, tambah Teten Masduki, pihaknya telah mengirimkan tim untuk mempelajari berbagai kemungkinan untuk diperkuatnya lembaga Koperasi untuk mewadahi Petani Bawang Merah di Kabupaten Nganjuk.

Dengan model bisnis Koperasi maka para Petani Bawang Merah di Nganjuk akan dijaga pendapatanya. Kalau petani dibiarkan seperti sekarang ini maka sampai kapanpun kesejahteraan petani tidak akan menentu.

Sementara Plt Bupati Nganjuk, H Marhaen Djumadi mengatakan, dari hasil diskusi dengan para petani Bawang Merah memang selalu dikeluhkan soal harga pasar dan dominasi para tengkulak.

Namun dengan bakal diperkuatnya lembaga Koperasi bagi Petani Bawang Merah langsung oleh Kementerian Koperasi Pemkab Nganjuk sangat mengapresiasi.

Tentunya langkah diperkuatnya lembaga Koperasi itu menjadi solusi terbaik menjawab keluhan para petani Bawang Merah di Kabupaten Nganjuk.

Diharapkan, ungkap Marhaen Djumadi, satu langkah penguatan Lembaga Koperasi bagi Petani Bawang Merah dipastikan akan memecahkan multi persoalan yang dihadapi Petani.

Dimana dengan Koperasi nantinya bisa untuk menjaga kestabilan harga bawang merah. Dan para tengkulak dengan sudah ada wadah Koperasi bagi Petani bawang merah tidak lagi bisa mempermainkan harga.

Bahkan melalui Koperasi itu nantinya bawang merah hasil panen Petani di Nganjuk bisa dipasarkan ke luar daerah hingga ke luar negeri berupa barang jadi. Dan juga bisa menjembatani dengan industri.

Maka dari itu, kami sangat berharap dari Koperasi nantinya bisa melindungi Petani Bawang Merah untuk mendapatkan kesejahteraannya.

Sementara itu Bambang Suparno, SS Kades Mojorembun, mengatakan potensi bawang merah di daerahnya sangat tinggi, ribuan petani menggantungkan hidup dari bertani bawang merah, namun banyak kendala yang di hadapi tingginya biyaya produksi bawang merah tidak di barengi dengan tingginya harga bawang merah saat panen raya.

Dirinya berharap dengan dengan adanya koprasi petani bawang merah se kabupaten nganjuk, petani lebih bisa mengatur menejemen bawang merah, dengan cara tunda jual, sehingga saat panen raya harga bawang merah bisa lebih stabil, sehingga para petani bisa lebih sejahtera.

Reporter : Samsul Arifin.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *