Gebrakan Presiden Prabowo Menunju Lingkungan Belajar Layak

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Resmikan Revitalisasi 66 Sekolah di Nganjuk

Reporter : Boniman
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mematangkan rencana kelanjutan program untuk TA 2026 (Mr Boni, SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, secara resmi membuka hasil revitalisasi satuan pendidikan Kabupaten Nganjuk Tahun Anggaran (TA) 2025 sekaligus mematangkan rencana kelanjutan program untuk TA 2026. Agenda peresmian yang berlangsung meriah ini dipusatkan di SMPN 4 Nganjuk pada Sabtu, (16/5/2026)

 "Dalam skala nasional, Pemerintah Pusat merevitalisasi satuan pendidikan, sementara di Nganjuk program tersebut menyasar 66 sekolah berbagai jenjang pendidikan dasar, menengah, dan lembaga. Insya Allah di tahun ini, jumlahnya akan bertambah karena program ini merupakan salah satu yang menjadi perhatian dari Bapak Presiden Prabowo," ungkap Abdul Mu’ti dalam sambutannya.

Kehadiran Mendikdasmen beserta rombongan disambut hangat oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Nganjuk, Puguh Harnoto, bersama perwakilan guru, kepala sekolah, serta jajaran pengelola lembaga penerima manfaat.

Program perbaikan fasilitas ini menyasar puluhan sekolah dari berbagai tingkatan untuk memastikan pemerataan kualitas sarana prasarana pendidikan di daerah.

"Untuk data penerima revitalisasi di Nganjuk tahun 2025 totalnya ada 66 lembaga. Rinciannya adalah 9 lembaga PAUD, 36 SD, 10 SMP, 4 SMA, 5 SMK, 1 SLB, dan 1 SKB. Revitalisasi ini merupakan bagian kebijakan Bapak Presiden, agar semua sekolah tidak ada yang rusak," jelas Kadisdik Nganjuk, Puguh Harnoto.

Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Pusat yang telah menggelontorkan anggaran besar demi menunjang peningkatan kualitas pendidikan di tingkat daerah.

Kendati pembangunan fisik sekolah terus dikebut, tantangan dunia pendidikan ke depan dinilai bukan lagi sekadar bangunan, melainkan kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi disrupsi teknologi.

"Tidak terasa 100 tahun Indonesia (Indonesia Emas) itu tinggal beberapa tahun lagi. Artinya waktu kita tinggal pendek, kita harus mengejar kualitas pendidikan kita." Ungkap Abdul Mu'ti

Hari ini, sambung Mu'ti disrupsi berkaitan dengan informasi sangat luar biasa. Kalau bicara anak-anak harus pintar, mereka tinggal memanfaatkan teknologi yang sudah berkembang.

"Maka dari itu transformasi pendidikan mendapatkan tantangan yang luar biasa," pungkasnya mengingatkan pentingnya penguatan karakter anak didik.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru