Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo di Jember Sudah Tersalurkan, Pemkab Ajukan Tambahan 300 Unit

Reporter : Angga Juli
Kadishub Jember Gatot Triyono (angga Juli)

JEMBER,SRTV.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat program peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi kalangan pekerja sektor informal seperti tukang becak lanjut usia. 

Salah satu upaya yang kini dirasakan manfaatnya ialah penyaluran becak listrik bantuan Presiden RI Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).

Sebanyak 100 unit becak listrik telah diterima Kabupaten Jember dan seluruhnya sudah diberikan kepada para penerima manfaat. Program tersebut ditujukan khusus bagi pengemudi becak konvensional yang sudah berusia lanjut agar tetap bisa bekerja tanpa harus mengandalkan tenaga fisik berlebihan.

Kepala Dinas Perhubungan Jember, Gatot Triyono, mengatakan bantuan becak listrik tersebut seluruhnya telah disalurkan kepada para abang becak lansia di berbagai wilayah Jember.

“Jember sebelumnya mendapat alokasi 100 unit becak listrik dan seluruhnya sudah tersalurkan kepada penerima,” ujar Gatot saat dikonfirmasi, Sabtu (16/5/2026).

Ia menjelaskan, penerima bantuan merupakan pengemudi becak konvensional dengan rentang usia antara 55 hingga 87 tahun. Menurutnya, program ini memberikan dampak besar terhadap aktivitas dan penghasilan para tukang becak lanjut usia.

Gatot menuturkan, penggunaan becak listrik membuat para pengemudi tidak lagi harus mengayuh dengan tenaga besar saat mencari penumpang. Selain meringankan pekerjaan, keberadaan becak listrik juga dinilai membantu meningkatkan pendapatan harian mereka.

“Dengan becak listrik, para pengemudi tidak perlu mengeluarkan tenaga berlebih seperti saat masih mengayuh becak manual. Pendapatan mereka juga mengalami peningkatan,” katanya.

Melihat tingginya kebutuhan di lapangan, Pemkab Jember kembali mengusulkan tambahan armada becak listrik pada tahun ini. Pengajuan tersebut dilakukan karena masih banyak tukang becak lansia yang hingga kini menggunakan becak konvensional.

Menurut Gatot, Bupati Jember Muhammad Fawait telah mengajukan tambahan sekitar 200 hingga 300 unit becak listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Data kami menunjukkan masih banyak pengemudi becak lansia yang memakai becak konvensional. Karena itu, Gus Bupati kembali mengusulkan tambahan sekitar 200 sampai 300 unit becak listrik,” terangnya.

Ia memastikan, apabila tambahan bantuan tersebut sudah tiba di Jember, pihak Dishub akan segera mendistribusikannya kepada calon penerima yang telah terdata.

Tak hanya fokus pada pengadaan armada, Pemkab Jember juga menyiapkan fasilitas pendukung berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) gratis khusus becak listrik.

Gatot mengungkapkan, pembangunan SPKLU akan dimulai pada tahun 2026 dan difokuskan terlebih dahulu di sejumlah titik kawasan perkotaan.

“Para tukang becak tentu membutuhkan akses pengisian daya baterai. Karena itu, Pemkab Jember berkomitmen menyediakan SPKLU gratis khusus untuk becak listrik,” ujarnya.

Keberadaan fasilitas pengisian daya tersebut diharapkan dapat membantu para tukang becak agar tidak terbebani biaya tambahan untuk mengisi ulang baterai kendaraan mereka.

Dishub Jember telah menyiapkan sedikitnya lima lokasi pembangunan SPKLU. Beberapa titik yang direncanakan antara lain berada di halte samping pendopo, halte depan Bank BTN, kawasan Pasar Tanjung, serta sejumlah lokasi strategis lain di wilayah kota.

“Dengan adanya fasilitas ini, para tukang becak tidak perlu bingung mencari tempat pengisian baterai. Pemerintah ingin meningkatkan taraf hidup masyarakat tanpa menambah beban ekonomi mereka,” pungkas Gatot.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru