NGANKUK, SRTV - Handphone Arjuna tiba-tiba berbunyi nyaring, sekira pukul 17.00 WIB. Dari ujung telepon terdengar suara lembut wanita, menyapanya.
Senyum Arjuna seketika itu merebak. Karena yang menghubunginya itu adalah Sinta, sang pujaan hati nan jauh di sana. Sudah dua tahun lebih, keduanya memang LDR, terpisahkan jarak Nganjuk-Surabaya.
"Baik sayang. Malam ini aku belikan ya. Langsung aku meluncur ke Surabaya," ujar Arjuna menjawab telepon Sinta, Selasa (12/5/2026) malam.
Usai menutup telepon, Arjuna lalu pamit meninggalkan basecamp di Bilangan Ahmad Yani Bumi Anjuk Ladang, yang setiap harinya menjadi tempat berkumpul bersama temen seprofesi.
"Mau ke mana Jun," tanya Jati kepada Arjuna.
Arjuna menjawab bahwa malam ini juga, dia harus ke Surabaya untuk menemui kekasihnya tersebut. Urgensinya satu hal: Pentol Bakar Khas Nganjuk.
"Ayangku minta pentol bakar eh Bang. Jadi harus aku belikan, dan mengantarnya ke Surabaya," tutur pemuda berambut gondrong tersebut.
Dengan penuh semangat, Arjuna memakai sepatunya, lalu menggeber motor maticnya. Katanya, setelah membeli pentol bakar di Alun-alun Nganjuk, dia langsung menuju terminal untuk baik bus patas menuju Kota Pahlawan.
"Naik bus bang. Turun di Bungurasih. Terus ketemu ayang. Hihihi," tambahnya semringah.
Menurut Arjuna, bukan sekali ini pentol bakar menjadi sarana temu kangen dirinya dengan kekasih. Seringkali itu terjadi. Itu berawal saat Sinta datang ke Nganjuk dan menikmati pentol bakar itu bersamanya.
"Kan waktu ke Nganjuk, dia ngajak njajan. Akhirnya pepincut sama pentol bakar ini. Katanya rasanya khas, nggak seperti di Surabaya. Makanya dia seringkali pesen," kata Arjuna.
Arjuna tidak mempermasalahkan bila ia harus malam-malam menempuh perjalanan sekitar 3 jam dengan naik bus untuk sampai di kota tujuan. Satu kata: demi kekasih, demi pujaan hati.
"Demi pujaan hati bang. Bagaimana lagi. Saya harus siap sewaktu-waktu. Sekalian melepas kangen," tutup Arjuna
Editor : SRTVRedaksi