30 Koperasi Desa Merah Putih Nganjuk Beroperasi, Ada yang Raup Omzet Rp 11 Juta Sehari

Reporter : Mahbub Jamal
Dandim 0810/Nganjuk saat memberi sambutan di Koperasi Desa Merah Putih di Desa Nglawak, Kertosono. (Jamal SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Kabar membanggakan datang dari Bumi Anjuk Ladang. Sebanyak 30 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Nganjuk resmi beroperasi melayani warga. Meski usia menjalankan roda usahanya masih tergolong baru, namun capaian yang dihasilkan sungguh luar biasa. 

Bahkan, beberapa di antaranya sukses membukukan omzet hingga jutaan rupiah setiap harinya, membuktikan bahwa wadah ekonomi baru ini berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian desa.

"Ini yang paling tinggi, bahwa pada saat setelah soft opening pernah mencapai target sekitar Rp11 juta. Lokasinya di samping Pasar Berbek dan di perempatan, sehingga dari akses mudah didatangi, juga sumber pusat perekonomian dari warga desa," ungkap Dandim 0810/Nganjuk, Letkol Arh. Taufan Yudha Bhakti, saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita ke KDMP Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Selasa (12/5/2026).

Dalam pemaparannya, Letkol Taufan menjelaskan bahwa dari total 30 koperasi yang sudah berjalan, sebanyak 21 unit di antaranya sudah mulai beroperasi penuh sejak tanggal 18 April 2026 lalu. 

Perkembangan yang sangat cepat ini menunjukkan antusiasme warga dan kesiapan pengelola dalam menjalankan amanah pengelolaan ekonomi desa. 

Ia mencontohkan keberhasilan gemilang yang diraih KDMP Desa/Kecamatan Berbek, yang sempat mencetak rekor omzet tertinggi mencapai Rp 11 juta rupiah dalam satu hari transaksi.

"Yang kemarin sudah ikut soft opening, ini semuanya sarana prasarananya sudah diterima. Hanya satu yang belum didapat yaitu Starlink," tambah Letkol Taufan.

Meski kelengkapan gedung, peralatan, dan barang dagangan sudah terpenuhi, ia mengakui masih ada satu hal yang belum terpenuhi, yakni ketersediaan akses internet berbasis satelit Starlink. 

Fasilitas ini sangat dinanti karena akan sangat membantu kelancaran transaksi digital, pemasaran produk hingga ke luar daerah, serta memudahkan pencatatan administrasi secara daring.

"Namun kekurangan tersebut tidak menyurutkan semangat pengelola untuk tetap berinovasi dan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya." Ungkapnya 

Lebih jauh dijelaskan, ragam barang yang diperjualbelikan di KDMP ini didominasi oleh komoditas unggulan hasil bumi setempat, mulai dari produk pertanian, perkebunan, hingga beragam kerajinan dan hasil olahan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) warga desa. 

Keberadaan koperasi ini menjadi wadah pemersatu yang mempertemukan langsung produsen dan konsumen, sehingga keuntungan bisa dinikmati oleh warga sendiri tanpa terpotong rantai perantara yang panjang.

"Kami berharap, komoditas-komoditas tersebut dapat lebih dikembangkan dengan adanya KDMP, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat," pungkas Letkol Taufan.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru