Harga Plastik di Nganjuk Melonjak Drastis, Stok Juga Dibatasi Distributor

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Naik drastis : Edi Wibowo saat melayani pembeli di toko plastik DM$ miliknya di jalan Semeru Tanjungrejo Loceret (Zaki Mawardi )

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Dunia perdagangan bahan kemasan di Kabupaten Nganjuk sedang mengalami gejolak harga yang cukup signifikan. Harga bahan plastik berbagai jenis dikabarkan mengalami kenaikan yang cukup tinggi, bahkan mencapai angka puluhan persen, yang mulai terasa sejak menjelang puasa dan semakin melonjak setelah masa Lebaran. 

"Kenaikan plastik ya kira-kira hampir memasuki puasa, tapi yang lebih tingginya sesudah Lebaran ini. Kalau persentase kenaikan kira-kira antara 30 - 40 persen," ujar Edi Wibowo, pemilik Toko DMS yang berlokasi di Jalan Semeru Loceret Nganjuk, Kamis (9/4/2026) 

Menurut Edi, kenaikan ini terjadi secara merata pada semua jenis plastik. Namun, jenis bahan baku PP (Polypropylene) dan Roll tercatat mengalami kenaikan harga yang paling tinggi dibandingkan jenis lainnya. Hal ini tentu memberikan dampak langsung bagi para pedagang maupun konsumen akhir. 

"Semua jenis plastik, Yang paling tinggi kelihatannya ini lho, PP sama Roll," tambahnya. 

Dari segi penjualan, Bowo mengaku bahwa omzet penjualan masih terbilang stabil. Namun, banyak pembeli yang mengeluh terkait lonjakan harga yang terjadi secara mendadak ini. Di sisi lain, masalah yang dirasakan cukup berat bukan hanya soal harga, melainkan juga ketersediaan stok yang kini dibatasi oleh pihak distributor. 

"Ya masih stabil saja cuma kan yang beli ya mengeluh, banyak yang mengeluh pedagang-pedagang kerupuk terutama. Ada pembatasan," jelasnya. 

Lebih lanjut, pria yang juga menekuni bisnis angkutan barang ini menjelaskan bahwa pembatasan pasokan dilakukan karena stok yang terbatas sehingga didistribusikan secara merata kepada seluruh pelanggan. 

Terkait penyebabnya, ia menduga hal ini berkaitan dengan situasi global, termasuk isu konflik di Selat Hormuz yang mempengaruhi harga bahan baku minyak dunia. 

"Dari distributornya, ya dibagi-bagi gitu lho Mas. Dibagi kan langganannya mereka juga banyak jadi dibagi rata. Penyebabnya dengar-dengar ya mungkin dampak perang itu ya? Di Selat Hormuz itu? Bisa, bisa jadi," ungkapnya. 

Secara rinci, kenaikan harga terlihat cukup menyolok. Contohnya, barang yang biasanya dijual Rp 3.500 kini menjadi Rp 4.000, dan ada jenis tertentu yang melonjak Rp 1.000 per biji atau per lembar. Bahkan untuk plastik kresek, kenaikannya mencapai Rp 2.000 hingga Rp 4.000 per ikat. Satu ikat yang biasanya dijual Rp 30.000 kini tembus Rp 36.000. 

"Kalau kresek ya rata-rata standar, kadang ada yang naiknya 2 ribu per ikat, ada yang 4 ribu per ikat. Yang satu ikat biasanya kita jual 30 jadi 36 gitu lho," pungkas Bowo

Editor : SRTVRedaksi

Pemerintah
Berita Terpopuler
Berita Terbaru