NGANJUK, SRTV.CO.ID – Ketersediaan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram atau gas melon di sejumlah wilayah Kabupaten Nganjuk, khususnya di Kecamatan Loceret, saat ini mengalami kelangkaan yang cukup parah. Kondisi ini membuat warga, terutama ibu rumah tangga, harus berjuang ekstra untuk mendapatkan pasokan kebutuhan pokok tersebut.
“Sejak seminggu terakhir untuk mendapat tabung gas elpiji 3 kilogram, saya harus keliling sampai tiga toko. Hari ini lebih parah, ketiga toko yang biasa saya beli semuanya kosong.” kata Iza ibu rumah tangga asal Perumahan Tanjung Green Regency Sukorejo Loceret, Kamis (9/4/2026)
Ia mengaku terpaksa berencana mencari ke desa lain demi mendapatkan stok gas. Beruntung, ia masih memiliki cadangan tabung lain yang bisa digunakan untuk memasak selama sekitar seminggu ke depan.
Namun, ia khawatir jika hari ini tidak berhasil mendapat pasokan baru, maka aktivitas memasak akan terhenti karena tabung yang sedang digunakan diperkirakan hanya bertahan dua hari lagi.
“Kalau hari ini tidak dapat, ya bingung juga. Tabung yang menancap di kompor perkiraan dua hari lagi habis. Kalau hari ini tidak dapat ya tidak dapat masak,” ujar wanita yang memiliki dua anak ini.
Kondisi kelangkaan ini juga dibenarkan oleh para pengecer. Yayuk, pemilik Toko Tiga Putra yang berada di Jalan Raya Semeru, Tanjungrejo Loceret, mengakui bahwa pasokan gas 3 kg di tokonya sudah mengalami kekurangan sejak 15 hari lalu, dan bahkan benar-benar kosong melompong selama seminggu terakhir.
“Ini kosong, saya punya satu ukuran 12 kilo untuk masak sendiri. Kalau yang tiga kilogram tidak ada sama sekali, sudah semingguan ini kosong.” kata Yayuk.
Menurutnya, saat ini ia hanya bisa menunggu pasokan datang dan tidak bisa melayani pembeli yang datang. Ia pun berharap distribusi segera kembali normal karena menyadari betapa pentingnya kebutuhan ini bagi masyarakat, terutama mereka yang tinggal di area pemukiman atau perumahan.
“Ya semoga pasokan kembali lancar, kasihan juga ibu-ibu yang cari gas tidak dapat. Ini kebutuhan paling penting. Tidak ada gas gimana bisa masak. Kalau di pedesaan enak bisa masak pakai kayu, kalau tinggal di perumahan mana bisa masak pakai kayu,” tuturnya.
Editor : SRTVRedaksi