NGANJUK, SRTV.CO.ID – Kondisi memprihatinkan terjadi di Desa Kedungdowo, Kecamatan dan Kabupaten Nganjuk. Jalan aspal di wilayah ini mengalami kerusakan parah berupa amblesan dan longsoran yang semakin meluas. Kerusakan ini terus bertambah parah setiap kali hujan deras mengguyur area tersebut, mengancam keselamatan warga dan akses mobilitas. Di mana, kerusakannya terus bertambah setiap turun hujan deras.
Berdasarkan pantauan di lokasi, jarak antara bibir tebing yang longsor kini hanya tersisa sekitar satu meter dari teras rumah warga yang berada di sisi utara. Sementara itu, panjang jalan aspal yang sudah amblas mencapai sekitar 50 meter dan terus bertambah. Tebing sungai di sisi selatan jalan terus tergerus kuat oleh arus air, membuat kondisi tanah semakin tidak stabil.
“Sekitar semingguan ini cepat sekali tergerus. Kalau hujan deras pasti amblas lagi,” ujar Ruswanto (37), salah satu warga setempat.
Kekhawatiran mendalam pun dirasakan oleh warga yang tinggal di sekitar lokasi. Mereka mengaku was-was karena jarak longsoran yang semakin mendekat ke pemukiman. Setidaknya ada sembilan rumah yang berjejer rapat, dihuni oleh sekitar 30 orang, yang berada dalam zona bahaya.
"Yang paling dekat itu teras rumah saya," ujar Sumadi (50), warga lainnya dengan cemas.
Tak hanya mengancam hunian, jalan ini juga merupakan jalur vital. Jalan tersebut menjadi akses alternatif utama bagi warga Kedungdowo untuk menuju Desa Gempol, dan Desa Mungkung, Kecamatan Rejoso, hingga ke pusat kota Nganjuk.
Merespons situasi kritis ini, Anggota DPRD Nganjuk, Marianto, melakukan peninjauan langsung pada Rabu (8/4/2026). Ia menegaskan bahwa kejadian ini dikategorikan sebagai bencana alam dan meminta agar laporan resmi segera diajukan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Kami juga sudah koordinasi dengan Kepala BPBD Nganjuk agar penanganan darurat segera dilakukan, kemungkinan mulai besok (9/4/2026),” jelas Marianto.
Untuk tahap awal, penanganan darurat akan difokuskan pada pemasangan bronjong kawat dan penimbunan material sirtu guna menahan laju erosi.
Sementara untuk perbaikan permanen yang juga mencakup perbaikan Jembatan Kedungdowo yang ambruk sejak November 2025 lalu, direncanakan akan dilakukan melalui perubahan APBD 2026 atau tahun anggaran berikutnya.
Editor : SRTVRedaksi