NGANJUK, SRTV.CO.ID – Kondisi jalan rusak di Desa Kepanjen, Kecamatan Pace, memicu kekhawatiran dan keresahan warga. Kerusakan yang terjadi tidak hanya berupa lubang, tetapi aspal sudah banyak terkelupas sehingga rawan menyebabkan ban bocor dan kecelakaan. Bahkan, jalan yang menjadi akses vital perekonomian ini sudah dikeluhkan selama hampir empat tahun tanpa adanya perbaikan yang signifikan.
"Kerusakan jalan (Pansela) Kepanjen selatan ini, sudah hampir 4 tahun lebih tidak ada perbaikan. Jalan ini satu satunya akses perekonomian untuk menuju baik ke sawah, ke pasar juga anak anak sekolah dan menuju koperasi merah putih desa Kepanjen," ujar Suyono salah satu perangkat desa setempat, Rabu (8/4/2026).
Jalan yang menghubungkan Desa Kepanjen menuju Desa Getas ini mengalami kerusakan hampir menyeluruh sepanjang sekitar 600 meter. Lokasi ini merupakan jalur alternatif yang cukup padat, menghubungkan warga menuju Kota Nganjuk. Ironisnya, kerusakan ini bukan hanya meresahkan, tapi sudah berkali-kali memakan korban kecelakaan akibat pengendara yang terperosok ke dalam lubang.
"Parahnya jalan rusak ini sudah memakan korban. Pernah ada yang mengalami kecelakaan di karena terperosok ke lubang jalan. Beruntung dalam kejadian tersebut pengendara sepeda motor hanya mengalami luka ringan. Apalagi di musim hujan lubang-lubang di genangi air sehingga rawan terperosok," tuturnya.
Hingga saat ini, warga menilai belum ada respon serius dan tindakan nyata perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Padahal, pihak desa mengaku sudah berupaya melaporkan kondisi tersebut melalui mekanisme Musrenbang, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang nyata.
"Jika dibiarkan tidak ada respon kami akan gotong royong. Tanami pohon pisang di sepanjang jalan Pansela," tegas Yono dengan nada keras.
Warga berharap ultimatum ini menjadi perhatian serius agar jalan segera diperbaiki demi keselamatan bersama dan kelancaran aktivitas warga sehari-hari.
Editor : SRTVRedaksi