NGANJUK SRTV.CO.ID - Sebanyak 100 jemaah umrah asal Jawa Timur, dengan sebagian besar berasal dari Nganjuk, kini terpaksa tinggal lebih lama di Makkah dan Madinah setelah sejumlah ruang udara di kawasan negara Teluk ditutup akibat memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel menjadi penyebab utama terganggunya jadwal kepulangan para jemaah yang awalnya seharusnya kembali pada tanggal 5 Maret mendatang. "Kita memastikan kondisi seluruh jema'ah dalam keadaan aman dan tetap menjalankan ibadah sesuai jadwal di Mekah dan Madinah, serta tetap beristirahat di hotel masing-masing," ujar Franki Yoen Anando, Direktur SDW Umrah dan Haji Nganjuk, dalam sambungan video call dari Mekkah. Senin (2/3/2026)
Selain menjalankan ibadah sesuai rencana, para jemaah juga diminta untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pembimbing umrah selama menunggu informasi terkait jadwal keberangkatan baru. Pihak biro perjalanan juga mengimbau keluarga yang ditinggalkan untuk tidak khawatir berlebihan. "Keluarga diimbau untuk tetap tenang sembari menunggu informasi resmi lebih lanjut dari KJRI Jeddah. Setiap perkembangan akan kami sampaikan segera setelah ada kepastian yang jelas," jelasnya.
Reporter : Inna Dewi FatimahEditor : Tim Redaksi SRTV
Editor : admin