Kabut Asap Mengancam, 46 Titik Panas Karhutla Kepung Puncak Gunung Wilis

Reporter : Mahbub Jamal
Asap tebal membubung tinggi dari kawasan puncak Gunung Wilis akibat kebakaran hutan dan lahan yang memicu munculnya 46 titik panas di wilayah perbatasan Nganjuk dan Ponorogo (Jamal/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID -Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Gunung Wilis pada Rabu (16/9/2026). Berdasarkan pantauan Stasiun Geofisika BMKG Nganjuk, terdeteksi sebanyak 46 titik panas (hotspot) yang terkonsentrasi di kawasan puncak perbatasan Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Ponorogo.

"Sebaran tersebut meliputi 8 titik di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Nganjuk; 24 titik di Desa Banaran, Kecamatan Pulung; dan 14 titik di Desa Krisik, Kecamatan Pudak, Ponorogo," ujar Prakirawan Stasiun Geofisika Nganjuk, Setiyaris, dalam keterangan tertulisnya.

Menanggapi kemunculan belasan titik panas tersebut, pihak BPBD Kabupaten Nganjuk langsung bergerak melakukan monitoring di sekitar lokasi terdeteksi.

"Iya, masuk Ngliman. Belum bisa memastikan apa yang terbakar. Masih koordinasi sama Polres dan Perhutani," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Nganjuk, Purwo Hadi Setyo Wicaksono.

Dampak karhutla ini mulai dirasakan masyarakat sekitar seiring mengepulnya asap pekat yang membubung tinggi dari area lereng gunung.

"Kepulan asap dari karhutla tersebut bahkan terlihat jelas dari wilayah Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk pada Rabu pagi," tambah Purwo terkait kondisi lapangan terkini.

Sebelumnya, pihak BPBD memang sempat mendeteksi adanya potensi titik panas di lokasi yang sama beberapa waktu lalu sebelum jumlahnya melonjak tajam hari ini.

"Sebelumnya kami juga sempat memonitor adanya titik panas di kawasan yang sama pada beberapa waktu yang lalu," tutup Purwo.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru