SIDOARJO, SRTV.CO.ID — Panti Asuhan Masyithoh menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-37 Panti Asuhan Masyithoh 1 sekaligus Harlah ke-4 Panti Asuhan Masyithoh 2 Annur secara khidmat di Gedang, Porong, Sidoarjo, Minggu (13/9/2026).
Peringatan di bawah naungan Yayasan Kesejahteraan Muslimat Nahdlatul Ulama (YKMNU) ini berfokus pada penguatan karakter santri serta dorongan akses pendidikan tinggi bagi para lulusannya.
Rangkaian kegiatan diisi dengan ziarah makam pendiri, khotmil Qur'an, istighosah, tausiyah KH. Aad Ainurussalam, hingga pentas seni dan unjuk hafalan santri.
"Ini menjadi tugas dan PR besar bagi YKMNU agar anak-anak panti bisa melanjutkan studi ke perguruan tinggi, baik melalui program terobosan beasiswa maupun kerja sama dengan pihak kampus," ujar Ketua PAC Muslimat NU Porong, Hj. Lilik Faridah.
Menurut Hj. Lilik Faridah, pemenuhan kebutuhan fisik dan pembangunan sarana prasarana yang megah harus berjalan selaras dengan peningkatan mutu sumber daya manusia para santri.
Komitmen tersebut menjadi landasan utama pengurus dalam mengawal masa depan anak asuh agar mampu bersaing di era modern.
"Peningkatan kualitas SDM anak-anak adalah fokus utama kami, sehingga fasilitas gedung yang ada benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masa depan mereka," tegas Hj. Lilik Faridah.
Saat ini Panti Asuhan Masyithoh mengasuh 44 santri yang terdiri dari 38 santri putri dan 6 santri putra.
Untuk membentengi santri dari dampak negatif era digital dan pergaulan bebas, pengurus menerapkan pola pendidikan terpadu yang menggabungkan pembelajaran Madrasah Diniyah (Madin), pendalaman Al-Qur'an, kajian ke-Aswaja-an, dan literasi digital.
"Kombinasi nilai-nilai keagamaan dan literasi digital sangat penting untuk pembentukan karakter serta perlindungan anak-anak dari pengaruh luar," tambah Hj. Lilik Faridah.
Operasional panti serta pembebasan lahan sejauh ini ditopang oleh swadaya warga Nahdliyin dan jajaran Muslimat NU setempat.
Ke depan, yayasan juga merencanakan pembangunan gedung kantor Muslimat NU di atas lahan dua kavling yang telah dibebaskan.
Acara Harlah ini turut dihadiri pengurus MWCNU Porong, badan otonom, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa setempat.
"Dukungan penuh dari warga Nahdliyin dan seluruh elemen masyarakat menjadi modal utama kami untuk terus memperluas manfaat keberadaan panti asuhan ini," pungkas Hj. Lilik Faridah.
Editor : SRTVRedaksi