NGANJUK, SRTV.CO.ID - Tim gabungan Kota Blitar yang terdiri dari Polres Blitar Kota, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah produsen dan distributor beras.
Langkah ini diambil untuk memastikan mutu serta stabilitas harga beras di wilayah setempat tetap sesuai dengan aturan pemerintah.
"Agenda pengecekan beras di tingkat produsen, distributor dan di pasar tradisional bertujuan untuk menjaga kestabilan harga. Untuk sementara kesimpulannya harga masih sesuai dengan harga eceran tertinggi atau HET," kata Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Rudi Kuswoyo. Rabu (9/9/2026)
Sidak menyasar tiga lokasi utama, yaitu penggilingan padi di Jalan Cilincing, distributor di Jalan Tanjung, dan kios pedagang di Pasar Templek. Berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan, pasokan beras untuk wilayah Blitar masih terjaga dengan baik.
"Untuk distribusinya di wilayah Blitar saja. Fokusnya ke pedagang kecil. Harga juga masih sesuai di bawah HET," katanya.
Di tingkat distributor Jalan Tanjung, beras kualitas premium dijual pada kisaran harga Rp14.750 hingga Rp14.800 per kilogram. Sementara itu, pedagang di Pasar Templek rata-rata menjual beras seharga Rp14.500 per kilogram.
"Tidak ditemukan ada penjual yang menjual beras di atas HET. Masih di bawah HET semua," pungkasnya.
Meski demikian, tim menemukan penggilingan padi di Jalan Cilincing sempat menghentikan aktivitas produksi selama sepekan akibat kenaikan harga bahan baku.
Secara keseluruhan, hasil sidak memastikan bahwa seluruh harga beras yang beredar di masyarakat Kota Blitar saat ini masih berada di bawah HET.
Editor : SRTVRedaksi