Pamit Mancing Balita Kertosono Ditemukan Meninggal di Sela Eceng Gondok

Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jasad balita berinisial EGV (4) yang ditemukan meninggal dunia di antara tumpukan eceng gondok tepi Sungai Brantas, Desa Kudu, Kertosono, Nganjuk (Ist/SRTV)
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jasad balita berinisial EGV (4) yang ditemukan meninggal dunia di antara tumpukan eceng gondok tepi Sungai Brantas, Desa Kudu, Kertosono, Nganjuk (Ist/SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID - Upaya pencarian balita berusia empat tahun yang dilaporkan hilang di aliran Sungai Brantas, Desa Kudu, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan korban berinisial EGV (4) dalam keadaan meninggal dunia pada Rabu (9/9/2026) pagi.

“Pihak keluarga telah mengkonfirmasi identitas jenazah yang dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan selanjutnya dibawa ke RSUD Kertosono untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit.

Jasad balita malang tersebut ditemukan tersangkut di antara tanaman eceng gondok di tepi sungai sekitar pukul 06.45 WIB. Lokasi penemuan tak jauh dari titik awal korban dikabarkan hilang.

"Pencarian korban bermula sejak adanya laporan korban hilang setelah berpamitan mencari ikan di Sungai Brantas yang berada di sekitar rumahnya,” ungkap Nanang terkait kronologi awal kejadian.

Peristiwa memilukan ini bermula pada Selasa (8/9/2026) sore saat korban tak kunjung pulang ke rumah. Orang tua korban bersama warga lokal langsung berupaya menyisir tepi sungai dan hanya menemukan alat pancing milik korban berada di tengah aliran air.

“Mendapatkan laporan itu, satu tim rescue dari Unit Siaga SAR Bojonegoro dikerahkan untuk melakukan pencarian bersama dengan unsur SAR lainnya,” tambah Nanang.

Berbagai unsur yang terlibat dalam operasi kemanusiaan ini antara lain BPBD Nganjuk, Polsek dan Koramil Kertosono, Pemerintah Desa dan Kecamatan, Singo Wande, SAR MTA, Senkom Mitra POLRI, serta masyarakat sekitar.

Tim sempat melakukan penyisiran hingga Selasa malam sebelum akhirnya membuahkan hasil pada Rabu pagi.

"Dengan telah ditemukannya korban maka operasi SAR dihentikan. Kami mengucapkan bela sungkawa untuk keluarga korban dan apresiasi atas sinergi seluruh unsur dalam pencarian ini,” tutup Nanang.

Editor : SRTVRedaksi