Pekik Takbir dan Salawat Menggema, Gus Kikin Pulang ke Tebuireng Bawa Amanah PBNU

Reporter : Taufiqur Rachman
Ketua Umum PBNU terpilih, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), disambut ribuan santri membawa tasbih dan tongkat peninggalan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari.

JOMBANG, SRTV.CO.ID - Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, bergemuruh saat ribuan santri membanjiri halaman untuk menyambut kepulangan pengasuhnya, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), yang baru saja terpilih sebagai Ketua Umum PBNU. Lagu Ya Lal Wathan dan pekikan takbir menggema dari sudut ke sudut menyambut kedatangan sang kiai.

"Senang dan kut bangga karena pengasuh kami menjadi ketua umum PBNU," ujar Munarwan, santri asal Magetan, dengan mata berbinar. Senin (31/8/2026)

Suasana haru berlanjut ketika Gus Kikin berjalan menuju kompleks makam keluarga besar Tebuireng dengan didampingi Menteri Haji Gus Irfan.

Di momen sakral ini, Gus Riza menyerahkan tasbih dan tongkat peninggalan pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari, kepada Gus Kikin.

"Ini saya pulang tadi, saya di jalan baru dikasih tahu kalau ada yang nyambut. Ini juga, ya Allah, alhamdulillah. Kebersamaan semacam ini sangat mendapat ridha dari Allah Subhanahu wa ta'ala," ucap Gus Kikin dengan suara bergetar.

Di depan pusara KH Hasyim Asy'ari dan Gus Dur, Gus Kikin menunduk lama sembari menaburkan bunga sebagai tanda penghormatan.

Meski disambut hangat, ia mengaku menyadari tanggung jawab besar yang kini berada di pundaknya.

"Ada rasa senang, ada rasa beban, karena itu merupakan suatu amanah yang cukup serius untuk bisa dipikirkan karena mengandung satu beban yang cukup berat," tuturnya.

Di hadapan para santri, Pengasuh Tebuireng pengganti almarhum Gus Sholah ini mengingatkan pentingnya menjaga dan mengamalkan sanad keilmuan warisan pendiri NU yang tersambung hingga Rasulullah SAW.

"Di Pondok Tebuireng inilah kita semuanya belajar ilmu-ilmu yang dulu diajarkan oleh Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari. Ilmu-ilmu beliau itu sangat mendalam. Ilmu-ilmu beliau itu sangat-sangat dibutuhkan di masyarakat," jelasnya.

Kembalinya kepemimpinan NU ke pangkuan cucu pendiri menjadi catatan sejarah tersendiri bagi warga nahdliyin.

"Nahdlatul Ulama sudah cukup lama dipegang bukan dzuriah beliau, tetapi alhamdulillah pagi ini kembali diserahkan kepada dzuriah beliau," pungkas Gus Irfan.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru