Mengintip Jejak Sejarah di Museum Anjuk Ladang Nganjuk, Dari Pusaka Pejuang Hingga Incaran Telepon Jinjing Militer

Reporter : Mahbub Jamal
Berbagai koleksi peninggalan era kolonial dan pusaka pejuang tersimpan rapi di Museum Anjuk Ladang, Kabupaten Nganjuk. (Jamal / SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Museum Anjuk Ladang yang terletak di Jalan Gatot Subroto Kelurahan Ringin Anom Kecamatan Nganjuk menyimpan kekayaan sejarah yang sangat bernilai melalui deretan koleksinya. 

Benda-benda bersejarah yang terawat di museum ini berhasil mewakili garis waktu perjalanan sejarah dari era prasejarah hingga masa pasca-kemerdekaan.

"Alhamdulillah di Museum Anjuk Ladang ini koleksinya sudah ada keterwakilan dari masa ke masa. Mulai dari prasejarah sampai pasca kemerdekaan. Itu sudah ada," ujar Kabid Kebudayaan Disporabudpar Nganjuk, Amin Fuadi. Senin (10/8/2026)

Amin Fuadi Kabid Kebudayaan Disporabudpar Nganjuk menyampaikan Museum terus berupaya melengkapi koleksi artefak sejarah untuk mengedukasi masyarakat mengenai jejak perjuangan lokal. (Jamal / SRTV)

Memasuki zona era kolonial, museum ini menampilkan berbagai pusaka pejuang Jawa seperti keris, pedang, tombak, hingga senjata pertempuran lainnya. 

Tidak hanya pusaka lokal, koleksi era kolonial juga diperkaya dengan perlengkapan militer seperti pedang tentara KNIL, helm, pistol, beberapa jenis telepon kuno, hingga unit sepeda onthel yang dahulu dipakai petugas kepolisian dan militer.

"Kami terus terang untuk mendapatkan itu juga agak repot. Akhirnya kita bekerja sama dengan kolektor untuk yang mereka punya itu akhirnya kita beli. Nah, itu untuk memenuhi konteks supaya koleksi kami pada era kolonial itu cukup lengkap," ungkap Amin menjelaskan perjuangan museum melengkapi artefaknya.

Amin Fuadi Kabid Kebudayaan Disporabudpar Nganjuk menyampaikan Museum terus berupaya melengkapi koleksi artefak sejarah untuk mengedukasi masyarakat mengenai jejak perjuangan lokal. (Jamal / SRTV)

Meski koleksinya makin kaya, upaya pemburuan benda bersejarah belum berhenti. Pihak museum saat ini masih berupaya keras melacak keberadaan telepon jinjing khas pasukan militer masa lalu yang tergolong langka dan sangat sulit didapatkan.

"Harapannya nanti ke depan setelah di sehat itu dilakukan kajian ya sehingga nama-nama mereka ini nanti muncul dan bisa diakui pemerintah daerah," pungkas Amin, merujuk pada pentingnya kajian mendalam terhadap deretan pahlawan lokal Nganjuk seperti Dermodjoyo, Kapten Kasihin, hingga Lurah Surodarmo agar sejarah perjuangan mereka tercatat resmi.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru