Waspada Angin Kencang.! Nganjuk Dihantam 98 Kasus Kebakaran Hingga Akhir Juli

Reporter : Boniman
Petugas Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk saat melakukan pemadaman di salah satu lokasi (SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID — Musim kemarau yang melanda Kabupaten Nganjuk memicu lonjakan kasus kebakaran secara signifikan. Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk mencatat puluhan peristiwa kebakaran terjadi sejak awal kemarau hingga akhir Juli 2026.

Kepala Dinas Damkarmat Nganjuk, Imam Ashari, mengungkapkan bahwa sebagian besar objek yang terbakar berada di area pemukiman warga dan lahan vegetasi.

"Kebakaran didominasi obyek rumpun bambu dan kandang," ungkap Imam saat membeberkan data penanganan kebakaran wilayahnya.

Meski jumlah insiden terbilang tinggi, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam seluruh kejadian tersebut. Pihak Damkarmat memastikan dampak kebakaran sejauh ini murni kerugian material.

Terkait pemicu maraknya si jago merah, Imam mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran secara sembarangan di tengah kondisi cuaca ekstrem.

"Untuk penyebabnya, rata-rata karena pembakaran sampah dan perapian kandang. Masyarakat harus ekstra hati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, apalagi saat ini panas terik terjadi ditambah angin kencang," bebernya.

Guna mempercepat respons penanganan, Damkarmat Nganjuk menyiagakan lima pos pelayanan yang tersebar secara strategis, meliputi Mako Damkarmat Nganjuk di Jalan Dermojoyo, serta Pos Rejoso, Lengkong, Tanjunganom, dan Pace.

Masyarakat yang membutuhkan pertolongan darurat diimbau untuk segera menghubungi saluran resmi agar penanganan dapat dilakukan secara cepat.

"Masyarakat bisa melapor melalui call center 112. Atau nomor layanan darurat kami di 0823-3746-0365. Pasti akan kami tindaklanjuti," pungkas Imam.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru