JOMBANG, SRTV.CO.ID – Hari pertama masuk sekolah di SDN Mojongapit 3, Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, Jawa Timur, menyisakan pemandangan yang tak biasa pada tahun ajaran 2026–2027.
Di saat sekolah dasar lain di wilayah perkotaan menyambut riuh puluhan murid baru, sekolah negeri ini justru harus memulai tahun ajaran dengan kondisi sunyi karena hanya berhasil menjaring satu orang siswa baru untuk kelas satu.
"Rendahnya minat masyarakat ini dipengaruhi oleh kondisi tahun ajaran sebelumnya, saat sekolah kami sempat mengalami krisis tenaga pendidik," ungkap Kepala SDN Mojongapit 3, Zumaroh Is'adah.
Kondisi tersebut sempat memicu kekhawatiran besar di kalangan wali murid. Minimnya guru di masa lalu memaksa guru mata pelajaran merangkap tugas sebagai wali kelas, bahkan beberapa tingkatan kelas harus digabung dalam satu ruangan agar proses belajar-mengajar tetap bisa berjalan.
Akibatnya, banyak orang tua yang mengurungkan niat menyekolahkan anaknya di sana karena cemas kualitas pembelajaran tidak maksimal.
Imbas dari krisis kepercayaan ini, jumlah peserta didik di SDN Mojongapit 3 merosot tajam.
Tahun ini, ada 19 siswa yang dinyatakan lulus, namun regenerasi tidak berjalan seimbang karena hanya digantikan oleh satu siswa baru.
Kini, total murid yang tersisa dan bertahan belajar di sekolah tersebut hanya berjumlah 39 anak untuk seluruh tingkatan kelas.
"Untuk tahun ajaran baru ini, proses pembelajaran bagi satu-satunya siswa kelas satu akan kami lakukan dengan metode seperti kelas privat. Namun, kami sudah menyiapkan strategi khusus agar anak tersebut tetap bisa berinteraksi dan bersosialisasi secara aktif dengan kakak-kakak kelasnya," jelas Zumaroh terkait teknis belajar ke depan.
Meski harus menerima kenyataan pahit di awal tahun ajaran, secercah harapan mulai muncul bagi masa depan sekolah.
Saat ini, kondisi pemenuhan tenaga pendidik di SDN Mojongapit 3 berangsur membaik setelah mendapatkan tambahan tiga guru baru.
Dengan total lima guru kelas saat ini, pihak sekolah optimis layanan pendidikan akan jauh lebih maksimal, meskipun masih membutuhkan satu guru lagi agar mencapai komposisi ideal.
Pihak sekolah berharap, pembenahan internal dan peningkatan kualitas pelayanan yang sedang berjalan ini dapat memulihkan kembali kepercayaan masyarakat sekitar.
SDN Mojongapit 3 kini berkomitmen penuh untuk membuktikan diri agar bisa menarik minat siswa baru maupun siswa pindahan pada tahun-tahun mendatang.
Editor : SRTVRedaksi