NGANJUK, SRTV.CO.ID – Kecelakaan hebat melibatkan kereta api dan truk boks J&T serta sepeda motor terjadi di wilayah Kabupaten Nganjuk. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun membenarkan adanya insiden kecelakaan di perlintasan sebidang resmi terjaga (JPL 103) KM 126+428, pada petak jalan Bagor–Saradan, Kamis (9/7/2026) pukul 14.34 WIB.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengonfirmasi bahwa kecelakaan ini melibatkan Kereta Api (KA) Logawa dan truk saat sedang melintas. Imbas dari benturan keras tersebut, jalur hulu maupun hilir di lokasi kejadian sempat lumpuh total dan tidak dapat dilalui oleh kereta lain.
"Benar, telah terjadi insiden kecelakaan di JPL 103 KM 126+428 antara Stasiun Bagor dan Saradan yang melibatkan KA Logawa dengan sebuah truk. Saat ini petugas KAI bersama pihak terkait masih melakukan penanganan di lokasi agar perjalanan kereta api dapat kembali normal," ujar Tohari dalam keterangan resminya.
Dampak dari kecelakaan ini langsung memicu efek domino terhadap jadwal perjalanan kereta api lainnya. Sejumlah rangkaian KA dilaporkan mengalami keterlambatan parah hingga harus melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di stasiun terdekat.
"Akibat insiden tersebut, sejumlah perjalanan kereta api mengalami keterlambatan maupun berhenti luar biasa (BLB), di antaranya KA Ranggajati, KA Argo Semeru, KA Brantas, KA Argo Wilis, KA Jayakarta, serta perjalanan KA lainnya yang melintas di wilayah tersebut," jelas perwakilan KAI Daop 7 Madiun.
Menanggapi situasi darurat ini, pihak KAI Daop 7 Madiun langsung menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi. Mereka memastikan bahwa proses evakuasi dan sterilisasi jalur terus digenjot secara maksimal dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja sebagai prioritas utama.
"KAI juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu disiplin dan mematuhi ketentuan saat akan melintasi perlintasan sebidang. Sesuai peraturan, pengguna jalan wajib berhenti, melihat ke kiri dan kanan, memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas, serta mendahulukan perjalanan kereta api," tegasnya menyoroti pentingnya kedisiplinan demi mencegah tragedi serupa terulang kembali.
Hingga berita ini diturunkan, petugas di lapangan masih terus berupaya memulihkan kondisi jalur. Informasi mengenai pembaruan kondisi jalur dan normalisasi jadwal kereta api akan disampaikan secara berkala oleh pihak KAI Daop 7 Madiun.
Editor : SRTVRedaksi