Waspada Sesar Kendeng Segmen Pandan Mengintai Rejoso, DPRD Nganjuk Desak Mitigasi Total

Reporter : Ahmad Zaki Mawardi
Wakil Ketua DPRD Nganjuk, Jianto upaya mitigasi terakir sesar kendeng tidak bisa bertumpu pada satu instansi saja, namun lintas sektoral (SRTV)

NGANJUK, SRTV.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk menyerukan aksi nyata dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk mengantisipasi potensi bencana alam. Hal ini menyusul adanya jalur patahan aktif, Sesar Kendeng Segmen Pandan, yang melintasi wilayah Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.

Wakil Ketua DPRD Nganjuk, Jianto, menegaskan bahwa keberadaan sesar aktif ini adalah alarm keras yang tidak boleh disepelekan. 

Menurutnya, langkah awal yang paling krusial saat ini adalah membangun kesadaran kolektif masyarakat di zona rawan tersebut melalui edukasi yang masif.

"Hal terpenting adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat yang dilewati Sesar Kendeng. Nah, itu tentunya membutuhkan kerjasama semua pihak," ungkap Jianto, Rabu (24/6/2026).

Jianto menambahkan, upaya mitigasi ini tidak bisa bertumpu pada satu instansi saja. Perlu ada sinergi lintas sektoral yang melibatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, hingga jajaran pemerintah kecamatan dan desa di Rejoso. Tak ketinggalan, koordinasi dengan pakar di bidangnya juga menjadi kunci utama.

"Yang tak kalah penting adalah koordinasi intensif pemerintah daerah dengan pihak BMKG Nganjuk. Agar mitigasi bencana semakin matang dan terukur," tandasnya.

Senada dengan pihak legislatif, Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro juga angkat bicara. 

Pria yang akrab disapa Mas Handy ini mengingatkan bahwa fenomena geologi seperti sesar aktif merupakan kondisi alam yang mutlak dan tidak bisa dihindari manusia. 

Oleh karena itu, fokus utama pemerintah adalah mempersiapkan masyarakat menghadapi risiko terburuk.

"Sesar atau patahan ini sifatnya given, tidak bisa rekayasa. Yang bisa dilakukan pemerintah yaitu memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait potensi resiko bencana disekitar area tersebut," ungkap Mas Handy.

Sebagai langkah konkret, Mas Handy menyebutkan bahwa penyusunan Peta Potensi Risiko Bencana akan menjadi instrumen penting untuk memetakan wilayah mana saja yang paling rentan.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Nganjuk, Sesar Kendeng merupakan bagian dari struktur Java Back-arc Thrust (sesar naik belakang busur Jawa) yang sangat aktif. Khusus untuk wilayah Nganjuk, patahan yang mengancam adalah Segmen Pandan.

"Sesar Kendeng yang melewati adalah Segmen Pandan sepanjang 18 kilometer, yang berada di perbatasan tiga wilayah, yaitu, Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun, Kecamatan Sekar Kabupaten Bojonegoro, dan Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk," terang pihak BMKG.

Karakteristik dari Segmen Pandan ini berpotensi memicu gempa bumi dengan mekanisme sesar naik (thrust fault) yang dapat mengguncang wilayah Nganjuk, Bojonegoro, dan sekitarnya. Sejarah mencatat, kawasan ini sudah menunjukkan keaktifannya beberapa tahun lalu.

"Pada Tahun 2016 berdasarkan data BMKG Stasiun Geofisika Nganjuk tercatat aktivitas gempa bumi swarm di sekitar Sesar Kendeng Segmen Pandan sebanyak ratusan aktivitas, dengan magnitudo antara 1 hingga 3, tepatnya di wilayah Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun," pungkas perwakilan BMKG.

Editor : SRTVRedaksi

Hukum
Berita Terpopuler
Berita Terbaru